Thursday, 31 March 2016

Contoh Laporan Individu Mahasiswa KKN Jurusan PAI Tentang Meningkatkan Kreatifitas Anak-Anak SDN 02 Desa Jarai dalam Upaya Memajukan Semangat Belajar






LAPORAN AKHIR INDIVIDU
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK POSDAYA BERBASIS MASJID ANGKATAN KE-66
“Meningkatkan Kreatifitas Anak-anak SDN 02 Desa Jarai dalam Upaya Memajukan Semangat Belajar” 

 

Diajukan Sebagai Laporan Individu
Untuk Melengkapi Tugas Akhir KKN UIN Raden Fatah Palembang
Angkatan Ke-66 Tahun 2016

Oleh:
Yuni Nopita Sari
 (12210286)
Desa                                    :   Jarai
Kecamatan             :   Jarai
Kabupaten              :   Lahat

Dosen Pembimbing Lapangan
(Drs. Abd Azim Amin, M. Hum)
NIP. 195210091987031002

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT (LP2M)
FAKULTAS TARBIYAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH PALEMBANG
                                                        TAHUN AJARAN
                                                                   2016


Kata Pengantar
Assalamu’alaikumWarahmatullahWabarakatuh
          Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmatnya kepada kita sehingga kita bisa melaksanakan kegiatan KKN ini dengan lancar dan tanpa hambatan. Shalawat beriring salam kita sampaikan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW.
Seiring dengan selesainya pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Raden Fatah Palembang angkatan 66 kelompok 7 yang dilaksanakan pada tanggal 2 Februari - 17 Maret 2016, maka dengan ini saya sampaikan laporan pelaksanaan kegiatan individu selama KKN berlangsung.
Mungkin dalam laporan ini masih terdapat banyak kekurangan, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya dan kedepannya dapat menjadi rujukan atas kegiatan KKN ini serta mampu memenuhi persyaratan untuk memenuhi nilai akhir KKN, serta kewajiban kami selaku mahasiswa yaitu mata kuliah yang dijalani dan merupakan bekal di masyarakat nantinya.
Wassalamu’alaikumWarahmatullahWabarakatuh.

                                                                                    Palembang,   Maret  2016

                                                                                                 Yuni Nopita Sari

BAB 1
PENDAHULUAN
KKN yang diselenggarakan lembaga penelitian dan pengabdian kemasyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden fatah Palembang berkonsentrasi pada pemberdayaan masyarakat. Karena KKN adalah bentuk pengabdian mahasiswa di masyarakat agar terjalin kesinambungan  antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Hubunganya dengan KKN Tematik Posdaya, mahasiswa berperan membentuk posdaya sebagai bentuk manifestasi dari kegiatan KKN yang dilaksanakan dalam rangka penyebaran informasi dan inplementasi keilmuan serta penyelesaian pendidikan tinggi melalui proses pembelajaran dengan cara tunggal, bergaul serta beradaptasi dengan masyarakat.
Dari sudut pandang penerima manfaat, KKN Posdaya Tematik merupakan upaya membantu masyarakat mengembangkan posdaya masyarakat itu sendiri secara sistematis yang mana posdaya ini dibentuk sebagai wadah keluarga dan masyarakat untuk bersama-sama mengatas/mengetaskan masalah kemiskinan yaitu dengan kewirausahaan, pendidikan, keterampilan, dan peningkatan kesehatan serta dukungan pelestarian lingkungan sebagai upaya pelestarian sumberdaya manusia (SDM).
Langkah pertama, yang dilakukan mahasiswa peserta KKN adalah membuka ruang konsultasi dan advokasi untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen para pejabat daerah, camat, kepala desa, instansi terkait serta ta’mir masjid akan pentingnya kebersamaan dalam pengentasan kemiskinan dan pembangunan SDM , melalui pos pemberdayaan posdaya (keluarga) pada tingkatan unit masing-masing.
Selanjutnya melakukan observasi dan pendataan dengan sasaran seluruh keluarga masyarakat, setelah itu dikelompokan sesuai indikator yang ada,dan di analisis lalu dituntun untuk membentuk sebuah posdaya beserta susunan pengurusnya, kemudian mahasiswa mendampingi dan mengarahkan untuk menemukan sasaran dengan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi yang dimiliki sehingga mencapai program kesejahteraan masyarakat.
1.    Tujuan khusus,
a.    Meningkatkan kepedulian dan kemampuan mahasiswa dalam mempelajari dan mengatasi permasalahan keluarga dan masyarakat melalui bantuan penyusunan rencana dan pendampingan pada pelaksanaan program yang inovatif dan kreatif melalui penerapan ilmu dan teknologi bersama masyarakat dan lembaga terkait
b.    Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan sosial dan pengembangan masyarakat sesuai kompetensi, potensi dan sumber daya, kemampuan lingkungan dalam wadah kerjasama masyarakat, pemerintah, swasta dan lembaga lainnya.
c.    Menggalang komitmen, kepedulian dan kerjasama berbagai (tokoh agama, pemerintah setempat, swasta, LSM dan masyarakat) dalam upaya pembinaan keagamaan, pengentasan kemiskinan, megatasi permasalahan dan ketidak berdayaan masyarakat melalui KKN.
d.   Membantu mempersiapkan keluarga dan masyarakat agar memiliki kemampuan untuk memanfaatkan fasilitas keluarga dan dukungan yang diberikan oleh mitra kerja pembangunan dalam perencanaan dan pengelolaan program yang bersifat partisipatif.
e.    Meningkatkan kompetensi bakat dan minat mahasiswa sesuai dengan bidang keilmuan yang ditekuni.
f.     Meningkatkan profesionalisme dosen dalam pengabdian kepada masyarakat sebagai tuntutan tri dharma perguruan tinggi
g.    Membantu tugas-tugas pemerintah setempat, terutama dalam bidang keagaaman dan sosial kemasyarakatan. Mahasiswa sebagai motivator dapat menjadi teman, masyarakat dalam rangka pemecahan berbagai persoalan.
2.    Tujuan Umum
a.    Untuk kepentingan mahasiswa KKN tematik posdaya bertujuan membantu para mahasiswa meningkatkan kemampuan belajar bersama dengan masyarakat, menerapkan ilmu agama, intergrasi dengan teknologi, seni dan budaya yang telah dipelajari secara langsung dan melihat apakah proses penerapan tersebut sesuai dengan teori yang diperoleh selama kuliah, serta membawa manfaat bagi masyarakat.
b.    Untuk kepentingan keluarga dan masyarakat KKN tematik posdaya bertujuan membantu pemberdayaan keluarga dan masyarakat melalui pembinaan keagamaan, penerapan ilmu dan teknologi dalam bidang wirausaha, pendidikan dan keterampilan, KB, dan kesehatan, serta pembinaan lingkungan untuk membangun keluarga sakinah, mawadah, dan rohma, bahagia dan sejahtera, serta memiliki ketahanan mental spiritual yang kuat.
c.    Untuk kepentingan DPL
Pengabdian masyarakat tematik posdaya ini bertujuan untuk mengembangkan profesioanalisme dosen dalam memberdayakan masyarakat dan melakukan penelitian sosial keagaam intergratif.

BAB II
KARAKTERISTIK LOKASI KKN
A.  Sejarah Desa Jarai
Desa Jarai adalah desa yang terletak di antara 2 desa yaitu desa Aromantai dan desa Lubuk Saung yang berada dalam lingkupan kecamatan Jarai kabupaten Lahat, dan desa Jarai ini merupakan pusat kegiatan di kecamatan Jarai dengan kata lain Jarai sebagai ibu kota di kecamatannya.
Desa Jarai memiliki sejarah yang berbeda-beda versi, adapun salah satu versi cerita yang kami dapat adalah yaitu, desa ini merupakan salah satu desa sekaligus kecamatan tertua di wilayah kabupaten Lahat selain dari desa-desa yang lainya, menurut sejarah nenek moyang atau sering disebut puyang oleh mereka bahwa waktu itu terjadi perang perebutan kemerdekaan yang luar biasa, sampai isi perut orang tersebut terburai-burai, atau bahasa masyakat disini terjarai-jarai, maka desa ini disebut dengan desa Jarai.
B.  Data Lokasi Desa Jarai
Desa Jarai berada di pusat kota di kecamatan Jarai karena Jarai merupakan kecamatan sekaligus desa, setiap kegiatan yang ada di kecamatan Jarai, Jarai selalu menjadi tuan rumahnya. Karena desa Jarai terletak setelah desa Karantanding dan Lobuk Saung, lalu setelah itu baru desa Arumantai dan Muaratawi. Adapun luas perkampungan desa Jarai ( +- 5000 km)
1.    Sebelah utara berbatasan dengan desa Jemaring
2.    Sebelah selatan berbatasan dengan desa Tanjung Menang
3.    Sebelah barat berbatasan dengan desa Arumantai dan
4.    Sebelah timur berbatasan dengan desa Lubuk Saung

C. Kehidupan Beragama Masyarakat dan Sarana Rumah Ibadah
Kehidupan keagamaan di desa Jarai cukup  religius. Dalam hal ini terdapat 2 buah tempat ibadah yaitu  Masjid  Taqwa yang  terletak dilingkungan I dan masjid Istiqomah yang terletak dilingkungan II . Di masjid taqwa setiap harinya mengadakan pengajian untuk anak-anak, malam hari dilanjutkan pengajian untuk orang tua dan setiap Jum’at siang diadakan pengajian untuk Ibu-Ibu. Untuk masjid Istiqomah pengajian dilakukan setiap hari untuk anak-anak dan remaja selepas ba’da magrib.
1.      Rumah Ibadah
No.
Nama Tempat Ibadah
Jumlah
1.
Masjid
2
2.
Musholah
1
3.
Gereja
-
4.
Vihara
-
5.
Kuil
-

2.      Tokoh Agama
No
Nama
Pendidikan
1.
Sucipto
SMA
2.
Anca
S1 UIN Jakarta
3.
Sutrisno
SMA

3.      Kasus Sosial Keagamaan
No.
Jenis
Keterangan
Jumlah
1.
Perceraian
Ada/ Tidak
8 Orang
2.
Perkawinan Beda Agama
Ada/Tidak
_
3.
Nikah Siri
Ada/Tidak
3        Orang

4.      Lembaga Pendidikan Agama
No.
Keterangan
Jumlah
Perpustakaan
1
TPA/PAUD (RA)
1
1
2
Rumah Tahfiz Al- Quran
-
-
3
Sekolah dasar
4
-
4
SMP
2
-
5
SMA
1
-
6
Pesantren
-
-
7
Madrasah Diniyah
-
-
8
Lainya



5.      Religiositas Masyarakat
No.
Jenis
Keterangan
1.
Sholat Jum’at
Ada
2.
Sholat Hari raya
Ada
3.
Majelis Taklim
Ada
4.
Majelis Zikir
-
5.
Misa Gereja
_
6.
Sembahyang di Vihara
_
7.
Lainya
_

6.      Tradisi/Upacara Keagamaan
No.
Jenis
Keterangan
1
Peringatan Hari Besar Islam
Ada
2
Ziarah ke makam keramat
-
3
Upacara Bersih Kampung
Ada
4
Upacara Kematian ( Haul )
-
5
Lainnya


7.      Peristiwa Sosial Keagamaan
No.
Jenis
Keterangan
1
Konflik antar umat beragama
-
2
Konflik Intra Umat Beragama
Ada
3
Perbedaan NU dengan Muhammadiyah
Ada
4
Kunjungan Tokoh Agama Luar Desa
Ada

d.    Data Kependudukan
Tingkat pendidikan di Desa Jarai dikategorikan cukup. Namun dalam hal ini masih sangat diperlukan perbaikan baik dari segi sarana prasarana, moral siswa, etika, spritual, disiplin dan masih bersifat kedaerahan. Untuk pendidikan, baik tingkat SD,SMP maupun SMA sudah cukup baik. Namun disamping itu ada juga sebagian masyarakat yang sudah sampai pada jenjang perguruan tinggi. Sarana pendidikan yang terdapat di Desa Jarai adalah PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA.
1.      Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan
No.
Pendidikan
Jumlah (orang)
Keterangan
1.
Tidak sekolah
10
Ada
2.
Sekolah TK
40
Ada
3.
SD Sederajat
50
Ada
4.
SMP Sederajat
40
Ada
5.
SMA Sederajat
40
Ada
6.
Perguruan Tinggi
4
Ada

2.      Seni
No.
Jenis
Jumlah
Keterangan
1
Grup Rebana
1
Ada
2
Hadrah/Marawis
-
Tidak Ada

3.      Sarana Hiburan
No.
Jenis
Jumlah
Keterangan
1
Bioskop
-

2
Warnet
1
Ada
3
Diskotik
_

4
Orgen Tunggal
1
Ada
5
Warung Remang-remang
-

6
Kuda Lumping
1
Ada
7
Lapangan Badminton
1
Ada
8
Lapangan Bola Volly
3
Ada
9
Lapangan Bola Kaki
1
Ada
10
Lapangan Basket
1
Ada

4.      Aspek Ekonomi
No.
Jenis
Jumlah
Keterangan
1
Pasar Modern
-

2
Pasar Tradisional
1
Ada
3
Indo Maret
-

4
Bank Syariah
-

5
Bank Sumsel Babel
1
Ada
7
Bank BRI
1
Ada
10
Kantor Pos
1
Ada
11
Perpustakaan Daerah
1
Ada

5.      Lembaga Sosial
No.
Jenis
Jumlah
Keterangan
1
Rumah Sakit Pemerintah
-

2
Rumah Sakit Islam
-

3
Puskesmas (POSKESDES)
1
Ada
4
Organisasi Keagamaan
1
Ada
5
Pengobatan Alternatif
-

6
Kantor Polisi
1
Ada
7
Kantor KUA
1
Ada
8
Posyandu
1
Ada
9
Karang Taruna
1
Ada
10
Perkumpulan Silat
3
Ada

e.    Kondisi Remaja
Di desa Jarai Kecamatan Jarai  Kabupaten Lahat keadaan  remajanya sudah cukup maju, karena remaja di sini sudah menjalankan sekolah wajib 9 tahun. Remaja disini juga memiliki sikap toleransi yang tinggi, karena mereka ikut andil dalam kegiatan yang dilakukan oleh warga seperti sedekah, yasinan, gotong royong, kesenian, hanya saja kegiatan pengajian agama kurang diminati kalangan remaja.

BAB III
GAMBARAN PELAKSANAAN PENELITIAN
Masyarakat Desa Jarai Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat sebenarnya sangat menghargai yang namanya adat istiadat sehingga dalam bentuk apapun adat istiadat tersebut masih mereka laksanakan karena mereka menganggap hal tersebut merupakan peninggalan yang perlu dilestarikan, apalagi kalau yang berhubungan dengan agama.
Adat yang biasanya masih dilestarikan dalam hal agama misalnya pengajian, berupa pengajian ibu-ibu. dalam hal ini pengajian ibu-ibu yang diadakan secara rutin, bahkan masyarakat sangat antusias dalam menjalankan program tersebut. Dan pengajian di tpa juga seperti itu, artinya masyarakat di Jarai mengutamakan bagaimana caranya syiar agama tetap bergema di desanya.
Untuk pengajian ibu-ibu biasanya diadakan di masjid Taqwa pembacaan ayat-.ayat Al-Quran dan Ceramah Umum begitupun dengan anak-anak di TPA.

JADWAL KEGIATAN MAHASISWA KULIAH KERJA NYATA (KKN) ANGKATAN 66 TAHUN 2016
TEMATIK POSDAYA BERBASIS MASJID
DI DESA JARAI KEC. JARAI KAB. LAHAT
No
Kegiatan Mahasiswa di Desa Jarai
Keterangan
Nama Kegiatan
Jadwal
1
Pembacaan Ayat-ayat Al-Quran
Setiap Hari

2
Bacaan Juz-Amma
Setiap Hari

3
Ceramah Agama
1 x seminggu

Perintis program pengajian ini sangat antusias dalam mengkoordinator jamaah pengajian. Karena menurut mereka ”Kalau bukan kita siapa lagi yang akan menjaga citra dan syiar Islam dan kami ingin supaya ayat-ayat Al-Qur’an dan lain bergema di desa Jarai” dan Al-quran itu merupakan pedoman hidup, itu lah sebabnya mengapa para jamaah sangat termotivasi dalam menjalankan program pengajian tersebut, apalagi ditambah dengan posdaya kami yaitu berbasis masjid.
Tujuan diadakan program ini yang utama yaitu mempererat tali silaturrahmi dan syi’ar Islam, belajar memperdalam ilmu agama dalam mencari keridhoan Allah SWT, dan agar senandung ajaran agama Islam tetap bergema didesa ini.
Dari beberapa jamaah yang sangat antusias adanya program pengajian ini, ada juga masyarakat yang masih memiliki kendala dalam menghadiri majelis Taqlim ini, yang antara lain:
1.      Kurangnya minat masyarakat dalam pengadaan program pengajian rutin tersebut.
2.      Masyarakat kebanyakan sibuk dengan urusan masing-masing.
3.      Melaksanakan pengajian dirumah lebih leluasa tanpa terikat oleh waktu, karena kebanyakan desa Jarai bekerja di lahan perkebunan yang menyita banyak waktu.
Selain kendala yang disebut di atas masih banyak lagi kendala-kendala lainnya sehingga tidak bisa hadir dalam majlis taqlim tersebut. Tetapi apapun kendalanya itu harus bisa di diatasi sebisa mungkin, karena pemahaman ilmu agama sangat penting dan paling utama. Jika telah tertanam nilai-nilai agama yang menjadi komponen dasar yang dapat dijadikan modal awal menjalani kehidupan sehari-hari.
Adapun dari segi pendidikan peneliti mengobservasi terhadap “Meningkatkan Kreatifitas Anak-anak SDN 02 di Desa Jarai dalam Upaya Memajukan Semangat Belajar” dalam proses pembelajaran yang saya lakukan di desa Jarai yaitu membuat pembelajaran itu menjadi menarik dan menyenangkan, karena saya lihat mengobservasi langsung kesekolah-sekolah metode yang digunakan masih sangat tradisional, sehingga anak-anak didik cenderung bosan dengan pembalajaran yang dilakukan, terutama di sekolah dasar negeri 02.
Kegiatan ini saya lakukan dengan niat yang tulus dan ikhlas, serta dilandasi optimis. Program ini telah mendapat persetujuan dari kepala desa dan masyarakat sekitar. Mahasiswa KKN mensosialisasikan door to door melalui peserta didik atau anak-anak di di desa Jarai lalu mendatang langsung anak-anak yang berkaitan, terutama terjun langsung mengajar dalam meningkatkan kreativitas anak di sekolah dasar negeri 02. Lalu merealisasikan kegiatan ini dengan bersungguh-sungguh menjalankannya.
A.  Silaturahim dengan peserta didik Jarai dan masyarakat sekitar
Sebagai orang luar yang akan memasuki wilayah Jarai, sebelum pelaksanaan program yang telah kita rencanakan dapat dilaksanakan, saya secara bersama-sama silaturrahim ke tokoh masyarakat guna memperkenalkan diri, dan program yang akan di laksanakan dan sekalian meminta izin dalam pelaksanakan-pelaksanakan program kami. Antara lain Kepala Desa dan perangkat desa, pengurus masjid, tokoh agama, kepala sekolah, guru-guru, karang taruna dan pemuda-pemudi Jarai.

B.  Pelaksanakan Program Meningkatkan Kreatifitas Anak-anak SDN 02 di Desa Jarai dalam Upaya Memajukan Semangat Belajar
Dalam program ini meningkatkan kreatifitas anak-anak di SDN 02 Jarai yang saya lakukan mengajak peserta didik SDN 02 Jarai belajar sambil bermain dengan menggunakan metode Snaw Ball atau bola salju dengan diiringi musik pembelajaran menjadi sangat menarik, dengan menyanyikan lagu agama, tentang takdir, tentang kaum muhajirin dan ansyar, dan tolong menolong.
            Lalu pada minggu keduanya saya mengajak siswa belajar seperti biasa dengan menggunakan metode yang berbeda yaitu metode Role Playing (bermain peran) siswa dituntut untuk mendramakan materi yang telah saya ajarkan yaitu kaum ansyar dan muhajirin, bagaimana sikap kaum muhajirin terhadap nabi, dan pembelajaran menjadi sangat menarik, siswa-siswa SDN 02 Jarai sangat senang, sangat berperan aktif dalam materi ini dengan menggunakan metode Role Playing
Kalau dalam pemahaman ilmu agama, saya merealisasikan peserta didik SDN 02 Jarai dan umum, untuk belajar ilmu-ilmu agama melalui kajian keislaman yang dilaksanakan malam hari dalam setiap minggu dilaksanakan minimal 2x dalam seminggu. Adapun bahasan yang dikajikan yaitu tentang :
a.       Haid. Kajian Haid ini sangat penting untuk adik-adik yang baru menginjak usia remaja, terutama kaum putri.
b.      Cara berpakaian menurut pandangan syariat Islam.
c.       Menyikapi kehidupan di rumah, lingkungan sekolah dan pergaulan.
d.      Kajian tentang pentingnya Tahajud
e.       Menyanyangi ilmu agama dan pengamalan keilmuan berlandasan Islami.
f.       Pentingnya pengingatan rukun Iman dan rukun Islam.
Kajian- kajian dilaksanakan ketika pelajaran pengajian di posko berjalan. Selain kajian saya membina mereka untuk berbagi ilmu, ilmu yang didapat bukan sekedar untuk diri sendiri, tetapi berbagi kepada orang lain dengan bereksis pada cara yang berbeda. Pembinaan yang diajarkan yaitu pendidikan kelas penghapal dan ceramah, dengan kelas  inilah insya Allah mereka menjadi generasi yang bertanggung jawab dunia dan akherat serta mewujudkan kenyamanan indahnya hidup yang dicahayai ilmu islami, tidak pintar juga pada ilmu pengetahuan tetapi pintar di ilmu agama juga, dan hafiz juga.
            Kelas penghapal dan ceramah yang dibina, alhamdullilah peminatnya lumayan banyak pertama dibuka, walaupun pada akhirnya berkurang yang Cuma menyisakan 10 murid saja yang pada waktu itu lebih kurang 3 minggu berjalan saya ikutkan lomba tingkat desa. Adapun adik-adik yang saya didik di kelas ceramah dan menghapal juz amma dan kajian :
1.      Petri Yanti
2.      Suci Damayanti
3.      Tia Ariska
4.      Widya
5.      Ami Affatun Nisa
6.      Vivin
7.      Amelia
8.      Putri
9.      Perdiansyah
10.  Sintia Sari

C.  Hambatan dan Masalah
a.    Faktor Internal
1.    Kurang partisipasi motivasi guru terhadap siswa-siswi SDN 02 Desa Jarai
2.    Kurangnya kekompakan mahasiswa KKN selama kegiatan
3.    Managemen waktu tiap anggota yang berbeda
4.    Kurangnya komunikasi dengan kepala sekolah dan DPL.
5.    Dari Masyarakat, sulitnya bertemu dengan  masyarakat pada waktu siang hari karena berbenturan dengan aktivitas warga yang mayoritas berkebun dan bertani.
b.   Strong (Kekuatan)
Dari program ini siswa SDN 02 Jarai, cukup banyak antusias dalam pembelajaran yang diadakan. Pada kegiatan ini saya juga di bantu oleh rekan-rekan anggota 17 mahasiswa KKN, sehingga kegiatan tersebut bisa berjalan dengan baik.
c.    Weakness (Kelemahan)
Dalam keadaan yang dilihat, pada program ini masih banyak adik-adik Jarai malu-malu untuk belajar, terutama pada kajian keislaman. Dari hal keaktifan dan keinginan mereka untuk kajian keislaman masih banyak mentup diri. Tetapi dari segi pembelajaran kurangnya kreativitas guru dalam mengajar mereka sehingga cenderung membosankan.
d.   Peluang (Opportunity)
1.    Adanya dukungan dari kepala desa Jarai dan bantuan dari rekan-rekan mahasiswa KKN serta karang taruna.
2.    Pendekatan sosial alhamdullilah begitu besar, terutama dengan adik-adik Desa Jarai.
e.    Ancaman
1. Pendekatan Masalah
     Masalah sosial yang terutama yang harus diperhatikan terlebih dahulu ditindak lanjuti, karena masalah sosial inilah yang menjamin keberhasilnya program yang ingin  dilaksanakan. Pendekatan sosial yang dilakukan yaitu mengajak peserta didik belajar di Posko dan mengajak mereka belajar, bernyanyi, dan bermain.
2.    Strategi penyelesaian masalah yang dilakukan dalam program ini yaitu:
a.    Mengadakan observasi secara langsung ke SDN 02 Jarai
b.    Mempeerat silaturahmi terlebih dahulu bersama masyarakat desa Jarai
c.    Terjun langsung mengajar di SD dan TPA.
d.   Memberikan dukungan secara penuh terhadap adik-adik yang berpatipasi terhadap program yang dilaksanakan. Dalam hal ini metode yang saya gunakan, selain menyemangati kreativitas belajar saya juga langsung memberikan motivasi dan siraman rohani betapa penting mewujudkan keadaan sekolah yang indah, sehingga menunjang kegiatan pembelajaran yang nyaman, damai. Dan jangan lupa melaksanakan shalat lima waktu, bersedekah, sedekah bukan hanya uang tapi menyedekahkan apa yang kita miliki berupa tenaga, cinta dengan keindahan, dan kenyaman lingkungan yang tempat. Sumbangsi tekad untuk menjadi siswa yang cerdas dan sehat yang didamaikan oleh lingkungan yang indah.
e.    Dari segi pemahaman ilmu keislaman saya di percayai oleh teman-teman , mengajari kelas ceramah dan penghapal, disana saya mendorong mereka untuk belajar ceramah dan menghapal juz amma dan menyampaikan kepada orang lain, dengan terwujudnya program ini mereka diikutkan lombakan ditingkat kecamatan yang dilaksanakan didesa Jarai ini, sehingga menumbuhkan pribadi yang cerdas tidak hanya intelektual tapi berpengetahuan agama.

BAB IV
DOKUMENTASI
a.    Kunjungan kesekolah-sekolah

b.    Rapat dengan Perangkat Desa Jarai

c.    Mengajar Les atau Bimbel

d.   Pengajian di rumah Kesra dan Tokoh Agama

e.    Pulang dari Gotong Royong di Desa Jarai

f.     Shalat Berjama’ah di Masjid Istiqomah Jarai

g.    Proses Belajar Mengajar di SDN 02 Jarai

h.    Pengajian TPA di Masjid Istiqomah Jarai

i.      Robana bersama Ibu-ibu desa Jarai

j.      Pembagian Hadiah Festival Lomba di desa Jarai

k.    Rapat Pembentukan Posdaya

l.      Berita Acara, terbentuknya Posdaya “Istiqomah”


                                          BAB V
                                      PENUTUP
            Sebaik-baiknya manusia adalah orang memberikan manfaat kepada orang lain. Baik berbagi keilmuan, harta, tenaga, pengalaman, maupun imformasi, kendati tidak memiliki apapun seseorang masih bisa berbagi doanya. Dari kegiatan yang saya lakukan alhamdullilah berhasil, trutama bidang belajar sambil bermain seperti awalnya tidak semangat belajar menjadi semangat, kreatif, inovatis, dan semangat dalam belajar.
Kegiatan ini dilaksanakan lebih kurang 3 minggu setelah observasi ditindak lanjuti, dari kegiatan pemahaman ilmu agama yaitu pemahaman sendiri mempunyai arti tahu dan mengerti bukan saja mengetahui tetapi bisa mengaplikasikannya dari ilmu yang didapat atau dipelajari. Kajian keagaamaan yang diharapkan alhamdullilah berjalan lancar, dan insya Allah berkelanjutan dilaksanakan
            Demikian laporan individu KKN yang dibuat dengan judul “Meningkatkan Kreatifitas Anak-anak SDN 02 di Desa Jarai dalam Upaya Memajukan Semangat Belajar” semoga dapat bermanfaat bagi yang membacanya. Kritik serta saran sangat diharapkan bagi saudara/I demi pembenahan laporan yang lebih sempurna.
Akhirukalam wabillahi hitaufik walhidayah

Wassalamu’alaikumwarohmatullahhi wabarakatuh J
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
loading...