Thursday, 31 March 2016

Contoh Laporan Individu Mahasiswa KKN Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Tentang Penggunaan Metode Menyanyi Dalam Rangka Meningkatkan Motivasi Belajar Pada Pembelajaran Bahasa Arav Di TPA Taqwa Desa Muara Tawi

LAPORAN INDIVIDU

KULIAH KERJA NYATA MAHASISWA
TEMATIK POSDAYA BERBASIS MASJID
MASJID TAQWA DESA MUARA TAWI
Tentang
PENGGUNAAN METODE MENYANYI DALAM RANGKA
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PADA
PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI TPA TAQWA DESA MUARA TAWI

OLEH:
NOVALYO SURANDA
NIM (12260074)

 

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA ARAB
FAKULTAS TARBIYAH
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT (LP2M)
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH PALEMBANG
TAHUN 2016




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pengajaran adalah suatu proses memasuki dunia siswa guna untuk mengubah persepsi dan perilaku siswa. Salah satu tugas utama guru selain mengajarkan apa yang akan diajarkan juga sebisa mungkin dapat meningkatkan motivasi siswa ketika mengikuti pembelajaran. Masih banyak siswa yang memiliki motivasi belajar rendah ketika mengikuti pembelajaran. Sehingga guru berkewajiban untuk sebisa mungkin mengoptimalkan pembelajaran agar dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Guru harus menerapkan strategi PAIKEM dalamproses belajar mengajar. Salah satu metode yang hampir bisa memenuhi kriteria PAIKEM, yakni dengan menggunakan metode menyanyi. Hasil pengamatan selama observasi TPA Taqwa Desa Muara Tawi diketahui bahwa TPA ini sudah lama menggunakan metode ini akan tetapi masih belum terlihat hasil yang memuaskan padahal metode ini sangat tepat bila digunakan dalam pembelajaran terutama pembelajaran bahasa Arab. Hal ini terlihat dari kurangnya disiplin siswa ketika mengikuti pembelajaran, kurangnya rasa percaya diri yang dimiliki siswa untuk mengajukan pertanyaan, bertanya dan juga untuk berpartisipasi aktif ke depan kelas. Berdasarkan data tersebut penelitian ini dilaksanakan.
Penelitian ini tidak lain untuk mengkaji lebih mendalam apakah penggunaan metode menyanyi dapat meningkatkan motivasi belajar pada pembelajaran bahasa Arab tingkat TPA Taqwa Desa Muara Tawi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendiskripsikan penggunaan metode menyanyi memang dapat meningkatkan motivasi belajar sisiwa pada pembelajaran bahasa Arab. Sehingga diharapkan nantinya dapat menambah khasanah keilmuan dan juga dapat diterapkan dalam pembelajaran agar proses belajar mengajar lebih efektif dan efisien.Jenis penelitian yang digunakan yakni PTK dengan cara berkolaborasi dengan guru mitra. Subyek yang berpastisipasi dalam pembuatan penelitian ini, antara lain kepala sekolah, guru pengajar bahasa Arab tingkat TPA Taqwa Desa Muara Tawi yang berjumlah 40 orang. Pelaksana tindakan adalah guru, obyek penelitian adalah siswa tingkat TPA Taqwa Desa Muara Tawi sedangkan peneliti hanya sebagai observer dalam proses pembelajaran.

Penelitian ini masih bersifat diskripsi kualitatif, yakni suatu metode pengumpulan data dan fakta fakta yang kemudian diuraikan dengan terperinci guna untuk menjawab persoalan yang sedang dibahas. Metode pengumpulan data yang digunakan, yakni tes, observasi, wawancara dan dokumentasi.Hasil penelitian yang diperoleh dalam upaya untuk membuktikan bahwa penggunaan metode menyanyi dapat meningkatkan motivasi belajar yang meliputi:  mengajukan pertanyaan sebelum penelitian, Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan metode menyanyi memang terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran bahasa Arab.

B.     Rumusan Masalah
Adapun  rumusan masalah pada laporan individu ini adalah sebagai berikut:
1.    Bagaimana keadaan proses pembelajaran Bahasa Arab di TPA Desa Muara Tawi?
2.    Bagaimana kemampuan santri dalam berbahasa arab setelah penggunaan belajar dengan metode menyanyi ?

C.    Metodologi Penelitian
Metode penelitian merupakan pendekatan atau cara ilmiah yang dilakukan untuk mendapatkan data dengan tujuan tertentu. Adapun dalam penulisan laporan Individu ini, digunakan beberapa metode agar diperoleh suatu hasil yang valid sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Adapun penelitian yang digunakan adalah sebagai berikut:
1.      Pendekatan
Adapun pendekatan didalam penelitian ini diantaranya yaitu jenis penelitian dan sumber data, antara lain sebagai berikut:
a.          Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif  dengan menggunakan pendekatan kualitatif.
b.         Sumber Data
1)         Data Primer
Data primer adalah data yang didapat dari sumber pertama baik individu atau perorangan. Adapun data pokok ini adalah dari beberapa referensi kitab atau buku.
2)      Data Sekunder
Data sekunder adalah data primer yang telah diolah lebih lanjut kemudian disajikan, baik oleh pihak pengumpul data primer atau oleh pihak lain. Adapun data  sekunder atau data tambahan pelengkap pada penelitian ini adalah bersumber dari buku-buku lainnya yang berkaitan dengan pembahasan ini, serta wawancara dari peneliti dengan informan yaitu santri TPA Taqwa desa Muara Tawi yang mengikuti pembelajaran tersebut.
Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini, penulis menggunakan empat cara yaitu anatara lain:
a.       Studi kepustakaan adalah dengan menggunakan kajian studi kepustakaan berupa mengambil beberapa sumber-sumber penelitian ini dari buku yang berkaitan tentang metode pembelajaran dengan menyanyi.
b.      Dokumentasi yaitu dengan mengumpulkan data-data dokumen yang berkenaan dengan keadaan shalat dan jamaah Masjid Taqwa desa Muara Tawi.
c.       Wawancara adalah pertemuan antara peneliti dengan informan santri TPA Taqwa desa Muara Tawi.

2.      Analisis Data
Analisis data adalah data yang telah berhasil dihimpun baik itu dari pustaka dan penelitian langsung kepada santri TPA Taqwa desa Muara Tawi, dan akan dianalisis dengan menggunakan satu metode, adapun metode yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah : Metode Deskriptif.
Metode deskriptif adalah sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan keadaan subyek atau obyek penelitian. Adapun deskriptif pada penelitian ini adalah dengan menggambarkan tentang keadaan santri TPA Taqwa didesa Muara Tawi.

D.    Sistematika Penulisan
Sistematika Penulisan Laporan Individu ini terdiri dari lima bab, masing-masing bab membahas permasalahan yang diuraikan menjadi beberapa sub bab untuk mendapatkan gambaran yang jelas serta mempermudah dalam pembahasan, secara global sistematika laporan individu ini adalah sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, metodologi penelitian dan sistematika penulisan.


BAB II            : LANDASAN TEORI
Bab ini menjelaskan tentang landasan teori berkenaan dengan penelitian laporan ini dalam hal ini isi dari landasan teori antara lain adalah pengertian metode, pengertian metode menyanyi, pengertian pembelajaran, dan pengertian bahasa arab.

BAB III          : KONDISI OBJEKTIF LOKASI PENELITIAN
Bab ini membahas mengenai tentang keterangan terkait wilayah yang menjadi objek penelitian dan dalam hal ini berisi tentang Profil TPA Taqwa Muara Tawi.

BAB IV          : PEMBAHASAN
Bab ini membahas mengenai pembahasan yaitu keadaan dan pendapat dari santri TPA desa muara tawi, dan hasil pembelajaran bahasa arab dengan menggunakan metode menyanyi.

BAB V            : PENUTUP
Bab ini merupakan bab terahir yang berisi kesimpulan hasil penelitian.


BAB II
LANDASAN TEORI

A.    Pengertian Metode
Dalam kamus besar bahasa indonesia metode/me·to·de/ /métodé/ n 1 adalah cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki; cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan; 2 Ling sikap sekelompok sarjana terhadap bahasa atau linguistik, misalnya metode preskriptif, dan komparatif; 3 prinsip dan praktik pengajaran bahasa, misalnya metode langsung dan metode terjemahan.[1]
B.  Pengertian Metode Menyanyi
Secara etimologi, metode berasal dari kata method yang artinya suatu cara kerja yang sistematis untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan dalam mencapai suatu tujuan. Metode pembelajaran dapat pula diartikan sebagai suatu cara yang sistematis untuk melakukan aktivitas atau kegiatan pembelajaran yang tujuannya mempermudah dalam mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Pendapat lain mengatakan bahwa metode pembelajaran ialah suatu cara atau sistem yang digunakan dalam pembelajaran yang bertujuan agar anak didik dapat mengetahui, memahami, mempergunakan, dan menguasai bahan pelajaran tertentu.[2]
Sebagai acuan dalam menetukan metode pembelajaran, berikut beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam menggunakan metode pembelajaran[3]
Didasarkan pada pandangan bahwa manusia dilahirkan dengan potensi bawaan tertentu dan dengan itu ia mampu berkembang secara aktif dengan lingkungannya. Hal ini mempunyai implikasi bahwa proses belajar mengajar harus didasarkan pada prinsip belajar siswa aktif Metode pembelajaran didasarkan pada karakteristik masyarakat madani, yaitu manusia yang bebas berekspresi dari kekuatan.
Metode pembelajaran didasarkan pada prinsip learning kompetensi. Di mana siswa akan memiliki seperangkat pengetahuan, keterampilan, sikap, wawasan, dan penerapannya sesuai dengan kriteria atau tujuan pembelajaran. Menurut Kamus Bahasa Indonesia bernyanyi adalah mengeluarkan suara bernada atau berlagu. Adapun nyanyian yang diistilahkan juga dengan lagu adalah komponen musik pendek yang terdiri atas perpaduan lirik dan lagu/nada. Dalam lirik terdapat susunan kata kata yang mengandung arti/ makna tertentu. Makna yang terdapat dalam sebuah nyanyian berbedabeda sesuai tujuan dibuatnya nyanyian tersebut.  Selanjutnya makna yang ada dapat digunakan untuk melakukan sugesti, persuasi dan memberikan nasehat. Kemampuan mempengaruhi sebuah lirik lagu terjadi karena pengarang lagu menyampaikan ide dan gagasan melalui kata ataupun kalimat yang bisa menimbulkan sikap dan perasaan tertentu.[4]
Metode bernyanyi merupakan metode pembelajaran yang menggunakan syair syair yang dilagukan. Biasanya syair syair tersbut disesuaikan dengan materi materi yang akan diajarkan oleh pendidik. Memurut bebrapa ahli, bernyanyi membuat suasana belajar menjadi riang dan bergairah sehingga perkembangan anak dapat distimmulasi secara lebih optimal.[5]

C.  Pengertian Pembelajaran
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
Di sisi lain pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, tetapi sebenarnya mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar agar peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat memengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor) seorang peserta didik, namun proses pengajaran ini memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan pengajar saja. Sedangkan pembelajaran menyiratkan adanya interaksi antara pengajar dengan peserta didik.

Pembelajaran yang berkualitas sangat tergantung dari motivasi pelajar dan kreatifitas pengajar. Pembelajar yang memiliki motivasi tinggi ditunjang dengan pengajar yang mampu memfasilitasi motivasi tersebut akan membawa pada keberhasilan pencapaian target belajar. Target belajar dapat diukur melalui perubahan sikap dan kemampuan siswa melalui proses belajar. Desain pembelajaran yang baik, ditunjang fasilitas yang memandai, ditambah dengan kreatifitas guru akan membuat peserta didik lebih mudah mencapai target belajar.

D. Pengertian Bahasa Arab
Bahasa Arab (اللغة العربية  al-lughah al-‘Arabīyyah, atau secara ringkas عربي ‘Arabī) adalah salah satu bahasa Semitik Tengah, yang termasuk dalam rumpun bahasa Semitik lainnya dalam rumpun bahasa Semitik. Ia dituturkan oleh lebih dari 280 juta orang sebagai bahasa pertama, yang mana sebagian besar tinggal di Timur Tengah dan Afrika Utara. Bahasa ini adalah bahasa resmi dari 25 negara, dan merupakan bahasa peribadatan dalam agama Islam karena merupakan bahasa yang dipakai oleh Al-Qur'an. Berdasarkan penyebaran geografisnya, bahasa Arab percakapan memiliki banyak variasi (dialek), beberapa dialeknya bahkan tidak dapat saling mengerti satu sama lain. Bahasa Arab modern telah diklasifikasikan sebagai satu makrobahasa dengan 27 sub-bahasa dalam ISO 639-3. Bahasa Arab Baku (kadang-kadang disebut Bahasa Arab Sastra) diajarkan secara luas di sekolah dan universitas, serta digunakan di tempat kerja, pemerintahan, dan media massa.
Bahasa Arab Baku berasal dari Bahasa Arab Klasik, satu-satunya anggota rumpun bahasa Arab Utara Kuna yang saat ini masih digunakan, sebagaimana terlihat dalam inskripsi peninggalan Arab pra-Islam yang berasal dari abad ke-4 Bahasa Arab Klasik juga telah menjadi bahasa kesusasteraan dan bahasa peribadatan Islam sejak lebih kurang abad ke-6. Abjad Arab ditulis dari kanan ke kiri. 
Bahasa Arab telah memberi banyak kosakata kepada bahasa lain dari dunia Islam, sama seperti peranan Latin kepada kebanyakan bahasa Eropa. Semasa Abad Pertengahan bahasa Arab juga merupakan alat utama budaya, terutamanya dalam sains, matematik adan filsafah, yang menyebabkan banyak bahasa Eropa turut meminjam banyak kosakata dari bahasa Arab.dan berkerabat dengan bahasa Ibrani dan bahasa-bahasa Neo Arami. Bahasa Arab memiliki lebih banyak penutur daripada bahasa-bahasa

                                                                    BAB III                           
KONDISI OBJEKTIF LOKASI PENELITIAN

Profil Masjid TPA Taqwa Desa Muara Tawi
Desa Muara Tawi mempunyai sebuah Masjid atau tempat pusat peribadatan Umat Islam, tempat taman pendidikan Al-Qur’an anak-anak  dan majelis ilmu ta’lim serta tempat pusat silahturrahmi masyarakat desa Muara Tawi yaitu Masjid Taqwa.



Masjid Taqwa adalah masjid yang terletak di jalan raya Pagaralam – Pendopo/Bengkulu, dusun II, Desa Muara Tawi, Kec. Jarai Kabupaten Jarai, Provinsi Sumatera Selatan.
Masjid taqwa dibangun oleh masyarakat sekitar lebih kurang tahun 1930-an oleh masyarakat sekitar desa Muara Tawi, dan bisa menampung sampai 300 jamaah serta kondisi masjid dalam kondisi baik.
Dan kepengurusan Masjid Taqwa Muara Tawi dipimpin oleh ketua Masjid Bapak Masri, dibawah penasehat Kepala Desa dan Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) yang dipimpin oleh bapak Arwanto.
Dan kemudian di masjid inilah berdirinya TPA taqwa di desa muara tawi pada tahun 2006, akan tetapi karna santri dan kepengurusan yang di sibukkan karna urusan masing-masing maka terjadi ketidak jelasan kependidikannya, akan tetapi dengan berjalannya waktu pada tahun 2014 dengan kelengkapan pendidik dan peserta didik yang bersemangat untuk belajaar agama dan al-qur’an maka diresmikanlah TPA Taqwa oleh kades desa muara tawi.
Adapun susunan pengurus Masjid Taqwa Desa Muara Tawi adalah sebagai berikut:
v  Pelindung Penasehat         : Nilwan (Kepala Desa)
Ketua                             : Masri. M
Sekretaris                       : Indri
Bendahara                      : Sukirno
v  Seksi-Seksi
v  Seksi Kegiatan Ibadah (Imarah)
Ketua                             : Sarupi
Sekretaris                       : Ibnu Hajar
Anggota                         : 1. Jamaludin
                                    2. Waharudin
                                    3. Hutami
v  Seksi Administrasi    (idara)
Ketua                             : Harnoto
Sekretaris                       : Sulaiman
Anggota                         : 1. Muzahirin
                                    2. Zazili Ikbal
                                    3. Hartanudi
v  Seksi Pemeliharaan (ri’ayah)
Ketua                             : Nopa Harianto
Sekretaris                       : Rizali
Anggota                         : 1. Hingki Sisko
                                    2. Haryono
                                    3. Herwandi
                                    4. Asman

Adapun susunan pengurus TPA Taqwa Desa Muara Tawi adalah sebagai berikut:
v  Ketua                             : Arwanto
Sekretaris                       : Hutami
Bendahara                      : Harnoto


BAB IV
PEMBAHASAN

A.    Keadaan dan pendapat dari santri TPA desa Muara Tawi
Adapun keadaan  santri di TPA taqwa desa muara tawi didalam belajar al-qur’an dan ilmu agama khususnya pembelajaran bahasa arab mereka sangat berapresiasi dan mau mengikuti belajar bahasa arab dengan menggunakan metode menyanyi, bahkan mereka sangat berantusias dan semangat untuk belajar dan memahami pembelajaran bahasa arab, namun dalam proses pembelajarann tersebut terdapat beberapa problematika antara lain seperti membaca (qira’ah) yang belum lancar, pengucapan yang kurang jelas, dan penulisan (kitabah) yang belum rapi dan sesuai kaidah huruf hijaiyah,
Peneliti mewawancarai salah satu guru (pendidik) dan santri serta wali murid dari peserta didik TPA taqwa muara tawi, antara lain :
Menurut ustadz Harnoto yang merupakan salah satu pendidik TPA taqwa muara tawi bahwasanya beliau memberi penjelasan bahwasanya metode menyanyi ini sangat menarik untuk pembelajaran bahasa arab tingkat TPA karena peserta didik atau anak –anak itu lebih mudah memahami sesuatu dengan nada-nada atau nyanyian sehingga penerapan metode ini sangat baik bagi anak-anak atau santri untuk lebih menarik minat belajar pembelajaran bahasa arab.
Kemudian, menurut salah satu santi di TPA taqwa bernama Ranti rahmita bahwasanya ia menyenangi pembelajaran bahasa arab dengan menggunakan metode menyanyi, karena lebih menyenangkan, enjoy, dan mengasyikkan dalam belajar bahasa arab, karena dengan menyanyi lebih mudah mengingat dan memahami bahasa arab.
Dan menurut salah satu wali santi TPA taqwa yang bernama ibuk Wardah beliau memberi pendapat tentang pembelajaran tersebut bahwasanya pembelajaran bahasa arab dengan menggunakan metode menyanyi itu sangatlah baik sekali disamping belajar untuk lebih mudah memahami juga dapat menghibur anak-anak, dan juga beliau memberi saran bagi santri yang berprestasi untuk sesekali di beri penghargaan atau reward untuk lebih menjadi penyemangat belajar bagi santri.
Oleh karena itu, dari penelitian penerapan pembelajaran bahasa arab dengan menggunakan metode menyanyi sangat baik dan menarik minat belajar, dan menjadikan pembelajaran bahasa arab menjadi lebih efektif dan efisien.

B.     Hasil pembelajaran bahasa arab dengan menggunakan metode menyanyi
Dapat disimpulkan bahwa dari riset penelitian di TPA Taqwa desa Muara Tawi bahwa pendapat yang terkuat yang sesuai dengan kondisi, situasi dan keadaan masyarakat Indonesia, khususnya pada penelitian ini didesa Muara Tawi Kec. Jarai Kab. Lahat Sumatera Selatan bahwa belajar bahasa arab dengan menggunakan metode menyanyi untuk  santri TPA itu sangat menarik dan meningkatkan minat belajar santri dari usia 15 tahun sampai usia dini, Didasarkan pada pandangan bahwa manusia dilahirkan dengan potensi bawaan tertentu dan dengan itu ia mampu berkembang secara aktif dengan lingkungannya. Hal ini mempunyai implikasi bahwa proses belajar mengajar harus didasarkan pada prinsip belajar siswa aktif Metode pembelajaran didasarkan pada karakteristik masyarakat madani, yaitu manusia yang bebas berekspresi dari kekuatan seperti belajar sambil bernyanyi yang pada umumnya manusia menyukai irama dan nada-nada, sehingga memudahkan untuk mengingat dan memahami pelajaran seperti bahasa arab.
Pada saat proses belajar mengajar di TPA Taqwa desa muara tawi berlangsung, dan setelah melakukan pendekatan terhadap siswa atau santri mereka masih minim pengetahuan mengenai bahasa arab, karna bagi mereka belajar bahasa arab adalah salah satu pelajaran yang menakutkan dan membosankan, tapi dengan diterapkannya pembelajaran bahasa arab dengan menggunakan metode menyanyi mereka menjadi tertarik dan meminati pembelajaran bahasa arab, karena dengan menggunakan metode ini mereka merasa belajar menjadi lebih tenang, enjoy dan mudah memahami bahasa arab.
Setelah penelitian ini diterapkan dapat diketahui dan didiskripsikan penggunaan metode menyanyi memang dapat meningkatkan motivasi belajar sisiwa atau santri TPA pada pembelajaran bahasa Arab. Sehingga diharapkan nantinya dapat menambah khasanah keilmuan dan juga dapat diterapkan dalam pembelajaran agar proses belajar mengajar lebih efektif dan efisien.

BAB V
PENUTUP

Adapun penutup dari penelitian pada laporan individu ini dapat ditarik kesimpulan antara lain sebagai berikut:
1.      Bahwa penelitian penerapan pembelajaran bahasa arab dengan menggunakan metode menyanyi sangat baik dan menarik minat belajar, dan menjadikan pembelajaran bahasa arab menjadi lebih efektif dan efisien.
2.      Bahwa setelah penelitian ini diterapkan dapat diketahui dan didiskripsikan penggunaan metode menyanyi memang dapat meningkatkan motivasi belajar sisiwa atau santri TPA pada pembelajaran bahasa Arab. Sehingga diharapkan nantinya dapat menambah khasanah keilmuan dan juga dapat diterapkan dalam pembelajaran agar proses belajar mengajar lebih efektif dan efisien.


DAFTAR PUSTAKA

Fadhillah. Metode Pembelajaran. (Jakarta: Media Cipta Karya, 2012)

Lestari. Bahasa Indonesia. (Bandung: Exspres Karya, 2012)

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Kamus versi online/daring (dalam jaringan)” http://kbbi.web.id/metode, (Download, 28 Maret 2016)



LAMPIRAN FOTO KEGIATAN




















[1] Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Kamus versi online/daring (dalam jaringan)” http://kbbi.web.id/metode, (Download, 28 Maret 2016)
[2] Fadhillah, Metode Pembelajaran, (Jakarta: Media Cipta Karya, 2012), hlm. 161
[3] Ibid., hlm. 162
[4]  Lestari, Bahasa Indonesia, (Bandung: Exspres Karya, 2012, hlm. 24
[5]  Fadlillah, Metode Pembelajaran, Jakarta; Cipta Karya, 2012, hlm. 175
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
loading...