Friday, 1 April 2016

Contoh Laporan Individu Mahasiswa KKN Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Tentang Komunikasi Da'i Terhadap Mad'u Dalam Menyampaikan Dakwah Di Masjid Taqwa Desa Muara Tawi

KOMUNIKASI DA’I TERHADAP MAD’U DALAM MENYAMPAIKAN DAKWAH DI MASJID TAQWA DESA MUARA TAWI
Laporan Penelitian
Dibuat Untuk Melengkapi Syarat- Syarat Dalam Mengikuti
Kuliah Kerja Nyata UIN Raden Fatah Palembang
Angkatan Ke-66 Tahun 2016
DISUSUN OLEH:
FEBRINA ANGRAINI (12510025)

DOSEN PEMBIMBING LAPANGAN:
DRS. ABD.AZIM AMIN, M.HUM    
                 
JURUSAN KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI RADEN FATAH PALEMBANG
 TAHUN AJARAN 2016


LEMBAR  PENGESAHAN

Nama                          : Febrina Angraini
NIM                            : 12 51 0025
Fakultas                     : Dakwah dan Komunikasi
Jurusan                      : Komunikasi Penyiaran Islam
Kelompok                  : 09
Desa                            : Muara Tawi
Kecamatan                 : Jarai
Kabupaten                 : Lahat

             Telah  menyelesaikan kegiataKuliah Kerja  Nyata (KKN) Angkatan ke-66 Tematik Posdaya Berbasis Masjid terhitung dartanggal 02 Februari-17 Maret 2016 di Desa Muara Tawi, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat. Dan telah melakukan penelitian dengan judul : ‘‘KOMUNIKASI DA’I TERHADAP MAD’U DALAM MENYAMPAIKAN DAKWAH DI MASJID TAQWA DESA MUARA TAWI disusun guna melengkapi salah satu syarat penyelesaian dan penilaian akhir dalam mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan Ke-66 UIN Raden Fatah Palembang Tahun 2016.



                                                                                  Palembang, 26 Maret 2016
Mengetahui,                                                               Mahasiswa  KKN
Dosen Pembimbing Lapangan                    
                                                           


Drs.Abd.Azim Amin, M.Hum                                              Febrina Angraini     
   NIP.195210091987031002                                                  NIM : 12 51 0025


KATA  PENGANTAR

            Alhamdulillahirobbil ‘alamiin, segala puji  bagi Allah SWT yang selalu memberikan rahmat dan ridho-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan penyusunan laporan individu KKN Tematik Posdaya Berbasis Masjid UIN Raden Fatah Palembang Angkatan ke-66 ini tepat pada waktunya. Shalawat dan salam penulis haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan para pengikutnya.
Laporan ini disusun dalam rangka menindaklanjuti dari Kuliah Kerja Nyata yang telah dilaksanakan di desa Muara Tawi pada tanggal 02 Februari-17 Maret 2016. Kepada semua pihak yang terlibat dalam penyusunan laporan ini, kami selaku penulis mengucapkan terima kasih atas segala bantuan, baik materil maupun moril. Ucapan terima kasih ini kami sampaikan kepada yang terhormat:
1.      Bapak Prof.Dr. H. Aflatun Muchtar,MA, selaku Rektor UIN Raden  Fatah  Palembang.
2.      Bapak Dr.Kusnadi, MA, selaku Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang.
3.      Bapak  Dr.Muhajirin, MA, selaku Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Kuliah Kerja Nyata (LP2M KKN).
4.      Bapak Drs.Abd.Azim Amin, M.Hum  selaku Dosen Pembimbing Lapangan KKN Muara Tawi yang telah membimbing kami selama kegiatan KKN ini berlangsung.
5.      Bapak Nilwan, selaku Kepala Desa Muara Tawi, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat, beserta para jajaranya yang telah memberikan bimbingan dan dukunganya kepada kami.
6.      Rekan-rekan KKN kelompok  09 yang selalu memberikan dukungan satu sama lain.
7.      Tokoh agama dan tokoh masyarakat yang telah membantu dalam menyukseskan pelaksanaan program kerja kami.
8.      Karang Taruna Desa Muara Tawi dan segenap lapisan masyarakat yang telah membantu kami dalam menyelenggarakan program kerja kami.
Akhirnya, semoga laporan ini dapat menjadi acuan dan motivasi kepada mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang dan juga semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.


Palembang, 26 Maret 2016
Penyusun,



Febrina Angraini
NIM: 12 51 0025


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang  sebagai salah satu Uiniversitas pendidikan yang berperan aktif dalam melakukan pembinaan sumber daya manusia yang berkualitas dan religius. Salah satu kagiatan yang merupakan perwujudan dari Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu di antaranya adalah pengabdian terhadap masyarakat yang disebut dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Dalam hal ini mahasiswa berperan sebagai motivator, dinamisator, dan komunikator yang dapat bekerja sama degan masyarakat dalam melaksanakan program kerja terencana selama kegiatan KKN serta sebagai penghubung antara masyarakat dan aparat pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan yang sinergis dan sesuai dengan harapan. Sehingga apa yang menjadi tujuan dan cita-cita pembangunan dapat tercapai dengan maksimal.
Pola pelaksanaan pembinaan tersebut bagi mahasiswa sebagai motivator, dinamisator, dan komunikator yang dapat diidentifikasikan pada keilmuan yang ada di fakultas masing-masing secara profesional. Di mana mahasiswa peserta KKN tersebut lebih berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan agama Islam sesuai dengan masing-masing fakultas serta mengupayakan penggunaannya dalam berbagai kehidupan untuk memperkaya nilai-nilai budaya bangsa. Berdasarkan hal itu, maka mahasiswa UIN Raden Fatah dengan program KKN mencoba merilis dan menyikapi prosesi pembangunan melalui peningkatan kualitas dan taraf hidup masyarakat Desa Muara Tawi  kecamatan Jarai kabupaten Lahat, dengan merancang berbagai program kegiatan sesuai dengan kebutuhan pembangunan masyarakat. Sasaran utama dari pelaksanaan KKN ini adalah : individu, komunitas dan masyarakat, lembaga keagamaan, lembaga sosial, lembaga pendidikan.
Mahasiswa yang merupakan peserta KKN ini diharapkan mampu beradaptasi dengan masyarakat yang menjadi desa tujuan KKN serta memberikan kontribusi pemikiran yang berguna bagi peningkatan kualitas keagamaan masyarakat, hubungan sosial dan mutu pendidikan.
Berdasarkan hal di atas, penulis tertarik untuk mengangkat permasalahan seputar komunikasi, khususnya mengenai komunikasi da’i terhadap mad’u dalam menyampaikan dakwah di Masjid Taqwa desa Muara Tawi, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat. Lingkungan atau tempat berlangsungnya proses berdakwah lingkungan masjid, keluarga, sekolah, dan juga masyarakat. Diantara ketiga lingkungan di atas, lingkungan masjid merupakan lingkungan berdakwah yang pertama dan utama.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian lebih lanjut dengan judul: ‘‘Komunikasi Da’i Terhadap Mad’u dalam Menyampaikan Dakwah Di Masjid Taqwa Desa Muara Tawi

B.     Rumusan Masalah
1.         Bagaimana sejarah umum desa Muara Tawi?
2.         Bagaimana komunikasi da’i terhadap mad’u dalam menyampaikan dakwah di Masjid Taqwa Desa Muara Tawi?

C.    Metodologi Penelitian
Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif  yaitu berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Selain itu, semua yang dikumpulkan berkemungkinan menjadi kunci terhadap apa yang sudah diteliti. Dengan demikian, laporan penelitian akan berisi kutipan-kutipan data untuk memberi gambaran penyajian laporan tersebut. Data tersebut mungkin berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan, foto, videotape, dokumen pribadi, catatan atau memo, dan dokumen lainnya[1].
1.    Jenis Data
Jenis data dalam penelitian ini adalah bersifat kualitatif yang menguraikan data-data yang berkaitan dengan bentuk-bentuk penyiaran dakwah Islam.

2.    Sumber data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.
a.    Data Primer
Data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data[2]. Peneliti menggunakan wawancara dan observasi kepada da’i.
b.    Data Sekunder
Data Sekunder adalah sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen[3]. Peneliti menggunakan dokumen seperti buku atau arsip lainnya. Dokumen tersebut bisa dilihat di internet atau di buku dan arsip lainnya yang bersangkutan.

3.    Teknik Pengumulan Data
Pengumpulan data dalam penyusunan penelitian ini di lakukan dengan beberapa metode, yaitu:
a.    Metode Wawancara
Salah satu metode pengumpul data dilakukan melalui wawancara, yaitu suatu kegiatan dilakukan untuk mendapatkan informasi secara langsung dengan mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan pada para responden[4]. Guna mendapatkan informasi akan peran komunikasi, peneliti mewawancarai seorang da’i, seperti mengajukan beberapa pertanyaan.
b.    Metode Observasi
Observasi atau pengamatan dilakukan sesuai dengan kebutuhan penelitian mengingat tidak setiap penelitian menggunakan alat pengumpul data demikian. Pengamatan atau observasi dilakukan memakan waktu yang lebih lama apabila ingin melihat suatu proses perubahan, dan pengamatan dilakukan dapat tanpa suatu pemberitahuan khusus atau dapat pula sebaliknya[5].
Pada pembahasan ini peneliti terjun langsung di tempat penelitiannya guna mengetahui informasi yang ada pada radio Dakwah Al-Ittifaqiah tersebut.
c.    Metode Dokumentasi
Cara lain untuk memperoleh data dari responden adalah menggunakan teknik dokumentasi. Ada teknik ini, peneliti dimungkinkan memperoleh informasi dari bermacam-macam sumber tertulis atau dokumentasi yang ada pada responden atau tempat, di mana responden bertempat tinggal atau melakukan kegiatan sehari-harinya[6]. Peneliti menggunakan dokumentasi dari  beberapa sumber seperti melihat arsip-arsip, foto, buku dan lain sebagai sebagainya di radio tersebut.

D.    Sistematika Penulisan
Dalam sistematika laporan hasil penelitian ini akan dibahas dan disajikan dalam lima bab yang terdiri dari beberapa bab yang akan dibahas lebih cermat dan mendalam:
BAB I : PENDAHULUAN
  Menjelaskan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, metodologi penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II            : LANDASAN TEORI
  Menjelaskan tentang landasan teori yang berkenaan dengan penelitian laporan ini dalam hal ini isi dari landasan teori antara lain adalah pengertian komunikasi dan dakwah.
BAB III          : KONDISI OBJEKTIF LOKASI PENELITIAN
  Membahas mengenai tentang keterangan terkait wilayah yang menjadi objek penelitian dan dalam hal ini berisi tentang profil Masjid Taqwa Muara Tawi dan keadaan masyarakat atau jamaah Masjid Taqwa desa Muara Tawi. 
BAB IV          : PEMBAHASAN
  Membahas mengenai  komunikasi dakwah yang berhasil.
BAB V            : PENUTUP
Bab ini merupakan bab terakhir yang berisi kesimpulan hasil dari penelitian.


BAB II
LANDASAN TEORI

A.    Pengertian Komunikasi
Secara etimologis, kata komunikasi berasal dari bahasa latin communicatio dengan kata dasar communis yang berarti “sama”. Maksudnya orang yang menyampaikan dan orang yang menerima mempunyai persepsi yang sama tentang apa yang disampaikan.
Banyak sekali batasan yang dikemukan oleh berbagai akar tentang komunikasi. Yang paling banyak diangkat ialah batasan yang dikemukan oleh Dr. Harold D. Laswell, seorang profesor di bidang ilmu hukum ada Universitas Yale Amerika Serikat.
            Ada lima unsur yang harus ada agar komunikasi berjalan lancar, yakni:
1.      Who (siapa)  yang kemudian disebut komunikator atau pengirim komunikasi.
2.      What (apa)  yang kemudian disebut message atau pesan komunikasi.
3.      Whom (kepada)  siapa yang kemudian disebut komunikan khalayak.
4.      Channel (media apa) yang kemudian sarana atau media.
5.      Effect (dampak)  komunikasi yang kemudian disebut dampak efek komunikasi yang diimplementasikan dalam umpan balik (feed back).[7]
Jadi komunikasi adalah seseorang yang menyampaikan tujuan yang sama dengan apa yang akan disampaikan kepada obyek. Dengan dilengkapi dengan unsur-unsur yang ada pada komunikasi agar berjalan dengan lancar diantaranya; who, what, whom, channel dan effect.

B.     Dakwah
Ditinjau dari bahasa, kata dakwah berasal dari bahasa Arab, yaitu da’a-yad’u-da’watan, artinya mengajak, menyeru, memanggil. Jadi dakwah merupakan proses penyampaian pesan-pesan yang berupa suatu ajakan, seruan atau panggilan  agar orang lain dapat memenuhi ajakan tersebut.
Sedangkan secara terminologi menurut beberapa para ahli diantaranya: Omar mengatakan dakwah itu mengajak manusia dengan cara bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Tuhan, untuk keselamatan dan kebahagian mereka di dunia dan akhirat. Hasjmy mengatakan dakwah Islamiyyah yaitu mengajak orang lain untuk meyakini dan mengamalkan aqidah dan syariat Islamiyyah yang terlebih dahulu telah diyakini dan diamalkan oleh pendakwah sendiri. Aceh mengatakan dakwah yang berasal dari da’a, berarti perintah mengadakan seruan kepada semua manusia untuk kembali dan hidup sepanjang ajaran Allah SWT  yang benar, dilakukan dengan penuh kebijaksanaan dan nasihat yang baik. Kata-kata ini mempunyai arti yang luas sekali, tetapi tidak keluar dari pada tujuan mengajak hidup sepanjang agama dan hukum Allah[8].
Bagi seorang muslim, dakwah merupakan kewajiban yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sebagaimana setiap muslim secara otomatis sebagai pengemban misi dakwah sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya: Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat. (HR. Al Bukhari)[9]
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dakwah merupakan proses penyampaian ajaran agama Islam kepada umat manusia di muka bumi yang dilakukan dengan penuh kebijaksanaan dan nasihat-nasihat yang baik menuju jalan yang benar sesuai dengan perintah Allah SWT, untuk keselamatan dan kebahagian mereka di dunia maupun di akhirat.


BAB III
KONDISI OBJEKTIF LOKASI PENELITIAN

A.    Profil Masjid Taqwa Desa Muara Tawi
Desa Muara Tawi mempunyai sebuah Masjid atau tempat pusat peribadatan Umat Islam, Taman Pendidikan Al-Qur’an anak-anak  dan majelis ilmu ta’lim serta tempat pusat silahturrahmi masyarakat desa Muara Tawi yaitu Masjid Taqwa.

Gambar 1.1 Masjid Taqwa, desa Muara Tawi, Kec. Jarai , Kab. Lahat
Masjid Taqwa adalah masjid yang terletak di jalan raya Pagaralam – Pendopo/Bengkulu, dusun II, Desa Muara Tawi, Kec. Jarai Kabupaten Jarai, Provinsi Sumatera Selatan. Masjid Taqwa dibangun oleh masyarakat sekitar lebih kurang tahun 1930-an oleh masyarakat sekitar desa Muara Tawi, dan bisa menampung sampai 300 jamaah serta kondisi masjid dalam kondisi baik. Kepengurusan Masjid Taqwa Muara Tawi dipimpin oleh ketua Masjid Bapak Masri, dibawah penasehat Kepala Desa dan Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) yang dipimpin oleh bapak Arwanto.
Adapun susunan pengurus Masjid Taqwa Desa Muara Tawi adalah sebagai berikut:

Pelindung Penasehat
:
Nilwan (Kepala Desa)
Ketua  
:
Masri. M
Sekretaris  
:
Indri
Bendahara 
:
Sukirno

Seksi Kegiatan Ibadah (Imarah)
Ketua
:
Sarupi
Sekretaris 
:
Ibnu Hajar
Anggota 
:
1. Jamaludin


2. Waharudin


3. Hutami
                     
Seksi Administrasi    (Idara)
Ketua 
:
Harnoto
Sekretaris
:
Sulaiman
Anggota  
:
1. Muzahirin


2. Zazili Ikbal


3. Hartanudi

Seksi Pemeliharaan (Ri’ayah)
Ketua
:
Nopa Harianto
Sekretaris 
:
Rizali
Anggota
:
1. Hingki Sisko


2. Haryono


3. Herwandi


4. Asman

B.     Masyarakat dan Jamaah Masjid Taqwa Muara Tawi
Desa Muara Tawi, terletak di sebelah utara dari ibu kota kecamatan jarai, kabupaten Lahat Sumatera Selatan. Desa ini berjarak 1 Km dari kecamatan, 73 Km dari ibu kota kabupaten Lahat dan 350 Km dari ibu kota provinsi Sumatera Selatan. Dan dipimpin oleh kepala desa yaitu bapak Nilwan.
Menurut sejarah penduduk pertama desa Muara Tawi berasal dari desa Bangke Tengah Padang lebih kurang Tahun 1923 M, Senamang Balas dan Meskat pindah dari Bangke tengah Padang ke permukiman yang baru, tempat permukiman baru ini merupakan tempat bermuaranya Air Suban dan tempat dimakamkanya Puyang Palembang yang bernama Tawi, dari sinilah ide pemberian nama tempat pemukiman yang baru tersebut dengan nama Muara Tawi. Masyarakat desa Muara Tawi atau Jamaah lingkungan Masjid Taqwa desa Muara Tawi, berpenduduk lebih kurang 500 jiwa atau 125 KK, dan mayoritas 100 % penduduk adalah menganut agama Islam.

BAB IV
PEMBAHASAN

A.    Komunikasi Dakwah Yang Berhasil
Manusia itu memerlukan lingkungannya, sebab dengan lingkungannya itulah manusia dapat mengembangkan diri. Hubungan manusia dengan lingkungan ibarat dua sisi mata uang sehingga tidak sah salah satu, tanpa diikut sertakan bagian yang lainnya. Kita tidak dapat membayangkan eksistensi manusia tanpa lingkungannya, sama halnya kita tidak dapat membayangkan atau mengetahui suatu lingkungan tanpa menghubungkannya dengan manusia.
Di dalam pandangan Islam, interaksi dengan lingkungan ini, khususnya dengan lingkungan sosial atau individu merupakan salah satu kewajiban pokok bagi setiap pemeluknya, yang dituangkan dalam pengertian hablum minannas (hubungan manusia). Hubungan antar manusia ini, adalah hubungan silaturrahmi yang artinya interaksi sosial di atas prinsip ramah atau kasih sayang.
Peranan komunikasi dakwah itu memegang fungsinya yang sangat penting. Karena dalam Islam semua hubungan dengan manusia harus senantiasa dilandasi ada nafas kasih sayang. Bahkan kewajiban bagi setiap muslim, diantaranya ialah harus hidup dalam jama’ah tidak dibenarkan setiap muslim hidup secara individual, membutakan diri dari kenyataan sosial yang ada.
            Dengan demikian, apabila komunikasi merupakan dasar interaksi dan dakwah merupakan bentuk komunikasi bertumpu ada karakter kasih sayang, maka komunikasi dakwah merupakan suatu dasar terwujudnya suatu interaksi sosial yang diwarnai kasih sayang tersebut atau dikenal dengan silaturrahmi. Komunikasi sebagai suatu proses saling memengaruhi, dengan memberikan stimulus-stimulus baik verbal maupun nonverbal dalam perkembangannya akan menimbulkan suatu interaksi antara mereka yang terlibat dalam komunikasi tersebut. Dengan demikian, dakwah sebagai alat untuk meletakkan dasar interaksi sosial itu, tidak dapat melepaskan diri dari tanggungjawabnya untuk senantiasa merangsang oranglain dan dirinya sendiri agar terbentuk interaksi sosial hablum minannas atas dasar silaturahmi.
            Untuk mencapai keberhasilan dalam pelaksanaan tugas dakwah, seseorang da’i sebagai komunikator dalam menyampaikan pesan-pesan dakwahnya, juga dituntut untuk memegang prinsip-prinsip berikut:
1.                   Menyampaikan tugas dakwah dengan tulus (sincerity)
2.                   Menyampaikan tugas dakwah dengan ramah (friendship)
3.                   Menyampaikan tugas dakwah dengan kesungguhan (seriousnessi)
4.                   Menyampaikan tugas dakwah dengan percaya diri (self confidence)

Menegakkan dakwah melalui komunikasi harus dilakukan dengan penuh kesungguhan oleh umat Islam, sehingga pesan­-pesan (message) ajaran Islam sampai kepada sasaran komunikan dengan tepat. Dan tujuan (destination) dari dakwah itu sendiri bisa terwujud untuk mencapai terbentuknya masyarakat Islami, yang ada akhirnya mencapai kebahagian di dunia dan akhirat.[10]

BAB V
PENUTUP
Kesimpulan
Komunikasi adalah seseorang yang menyampaikan tujuan yang sama dengan apa yang akan disampaikan kepada obyek. Dengan dilengkapi dengan unsur-unsur yang ada pada komunikasi agar berjalan dengan lancar diantaranya; who, what, whom, channel dan effect.
Dakwah merupakan proses penyampaian ajaran agama Islam kepada umat manusia di muka bumi yang dilakukan dengan penuh kebijaksanaan dan nasihat-nasihat yang baik menuju jalan yang benar sesuai dengan perintah Allah SWT, untuk keselamatan dan kebahagiaan mereka di dunia maupun di akhirat.
Untuk mencapai keberhasilan dalam pelaksanaan tugas dakwah, seseorang da’i sebagai komunikator dalam menyampaikan pesan-pesan dakwahnya, juga dituntut untuk memegang prinsip-prinsip berikut:
1.                   Menyampaikan tugas dakwah dengan tulus (sincerity)
2.                   Menyampaikan tugas dakwah dengan ramah (friendship)
3.                   Menyampaikan tugas dakwah dengan kesungguhan (seriousnessi)
4.                   Menyampaikan tugas dakwah dengan percaya diri (self confidence)

  
DAFTAR PUSTAKA

Amin, Samsul Munir. 2009.  Ilmu Dakwah. Jakarta: Amzah.
Ass, Djamalul Abidin. 1996. Komunikasi Dan Bahasa Dakwah. Jakarta: Gema Insani Press. 
Moleong, Lexy J. 2014. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.
Ph.D, Sukardi. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi Dan Praktiknya. Yogyakarta: PT Bumi Aksara.
Subagyo P. Joko. 2011. Metode Penelitian Dalam Teori Dan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung: Alfabeta.




[1] Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2014), hlm. 11
[2] Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2012), hlm. 308
[3] Ibid., hlm. 309
[4] P. Joko Subagyo, Metode Penelitian Dalam Teori Dan Praktik (Jakarta: Rineka Cipta, 2011), hlm. 39
[5]  Ibid., hlm. 62
[6] Sukardi, Ph.D, Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi Dan Praktiknya, (Yogyakarta: PT Bumi Aksara, 2003), hlm. 81
[7] Djamalul Abidin Ass, Komunikasi Dan Bahasa Dakwah, (Jakarta: Gema Insani Press, 1996), hlm. 16-18
[8] Ibid., hlm. 1-4
[9] Samsul Munir Amin, Ilmu Dakwah, (Jakarta: Amzah, 2009), hlm. 16
[10] Ibid., hlm. 154-160
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
loading...