Saturday, 2 April 2016

KINAYAH (Pengertian, Contoh Kinayah dalam Al-Qur'an dan Persamaan Serta Perbedaan Kinayah dengan Majaz

KINAYAH

Image result for kinayah ushul fiq

PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
Al-Qur'an merupakan kalamullah yang diturunkan kepada umat manusia untuk dibaca, ditadabburi, difahami, dan diamalkan pesan-pesan illahi yang dikandungnya. Rasul yang di pilih-Nya untuk menerima wahyu tersebut adalah Nabi Muhammad SAW yang berasal dari bangsa Arab. Oleh karena itu, dengan kehendak-Nya, Al-Qur'an di turunkan sesuai dengan bahasa kaum tersebut, yaitu bahasa Arab.
Dalam usaha memahami isi dan kandungan Al-qur’an secara baik dan benar, sudah barang tentu kita wajib mengetahui seluk beluk yang terdapat dalam Al-Qur’an itu sendiri. Ilmu-ilmu bantu dalam penafsiran Al-Qur’an menjadi sangat diperlukan bahkan wajib bagi pelajar untuk memahami secara mendalam serta dapat mempraktikkannya pada ayat-ayat Al-Qur’an, sehingga akan menghasilkan pemahaman yang sesuai konteks zaman yang penuh dengan dinamika ini.
Dalam ilmu-ilmu Al-Qur’an terdapat suatu cabang ilmu yang saling berkaitan dengan ilmu lainnya seperti halnya ilmu qaidah-qaidah penafsiran, ilmu tersebut merupakan ilmu alat dalam memahami bahasa arab seperti nahwu, sharaf, balaghah dan lain-lain. Dalam makalah ini, kami akan membahas suatu cabang ilmu tersebut yaitu tentang kinayah (sindiran halus) yang merupakan salah satu qaidah penafsiran seperti majaz, tasybih dan yang lain. Pembahasan kinayah ini dirasa perlu dibahas mengingat bahasa komunikasi Al-qur’an yang variatif, dalam artian terkadang menggunakan bahasa yang maksudnya bisa dipahami secara tekstual dan terkadang pula Al-qur’an juga menggunakan bahasa yang tidak cukup dipahami secara teks saja melainkan juga harus memahami konteks ayat Al-qur’an tersebut, bahkan alqur’an sering menggunakan bahasa sindiran yang memahaminya harus menggunakan beberapa qaidah dan memahami konteks dan ilmu-ilmu lain yang dapat membantu dalam memahaminya.
Tidak bisa dipungkiri, bahwa aspek bahasa dalam kajian Al-qur’an sangatlah pelik dan penuh dengan silang pendapat antara ulama. Diantara masalah-masalah kebahasaan tersebut yang sering menjadi topik menarik adalah pembahasan mengenai kinayah.
Cukup banyak ayat-ayat Al-qur’an yang menggunakan bentuk kinayah, dan ini sangatlah berimplikasi dengan hukum yang akan dikeluarkan darinya. Bahkan ayat-ayat kinayah ini banyak mengundang perselisihan dalam meresponnya. Untuk itu, dalam makalah kali ini akan dijelaskan secara singkat hal-hal pokok terkait pembahasan kinayah tersebut.
Bukan hanya itu, akan disampaikan juga terkait sebab-sebab atau alasan-alasan yang menjadikan terjadinya kinayah. Lebih dari itu, akan disebutkan persamaan dan perbedaan kinayah dengan Majaz. Sehingga diharapkan sedikit banyak pembaca dapat menambah wawasannya terkait ilmu-ilmu Al-qur’an terutama mengenai masalah kinayah.

B.  Rumusan Masalah
1.    Apa pengertian kinayah ?
2.    Apa saja ayat-ayat yang termasuk kinayah?
3.    Bagaimana perbedaan dan persamaan kinayah dengan majaz?

C.  Tujuan Pembahasan
1.    Mengetahui pengertian kinayah
2.    Mengetahui contoh-contoh kinayah dalam al-Quran
3.    Mengetahui persamaan kinayah dengan majaz
4.    Mengetahui perbedaan kinayah dengan majaz


PEMBAHASAN

A.  Pengertian Kinayah
Kinayah merupakan aspek kajian yang masuk dalam beberapa displin ilmu, seperti fiqh, dan ilmu balaghoh. Dalam ilmu fiqh khususnya dalam bab munakahat (pernikahan) dikenal istilah thalaq dengan kinayah, yaitu penjatuhan thalaq dengan kata-kata yang samar atau sindiran. Thalaq jenis ini merupakan lawan dari thalaq sharih (jelas). Kinayah merupakan istilah yang terkait dengan perubahan makna. Kinayah terkait dengan pergeseran suatu kata dari makna haqiqi (denotatif) kepada makna majazi (konotatif).
Sebagaimana lafazh Sharih, Lafazh Kinayah pun dibagi menjadi Haqiqi dan Majazi.
1.    Kinayah haqiqi. Seperti bila seseorang berkata kepada seseorang:  “kawanmu” telah menemui saya, lalu saya membicarakan masalah yang telah kamu ketahui.” Siapa yang dimaksud dengan kawan tersebut maka tidaklah jelas maksud atu tujuannya. Tetapi arti perkataan kawan itu yang dimaksud adalah maknanya yang haqiqi , bukan makna yang lain.
2.    Kinayah majazi. Misalnya seorang suami mengatakan kepada istrinya: “beriddahlah kamu!” maka perkataan “beriddahlah” adalah Kinayah (sindiran) untuk perceraian. Mengenai hal itu perkataan “beriddahlah” juga majaz. Karena perintah menghitung bukanlah dengan arti haqiqi, yaitu mengitung yang sebenarnya, melainkan dengan arti menunggu sampai hari-hari tertentu yang disebabkan karena adanya perceraian (Thalaq).
Kinayah secara bahasa mengatakan sesuatu untuk menunjukkan arti kata yang lain.[1] adalah apabila engkau mengatakan sesuatu hal namun yang kau maksud adalah makna yang berbeda dengan ungkapan tersebut[2].
Adapun menurut Ahmad Al-Hasyimi dalam Jawahirul Balaghoh, kinayah menurut bahasa adalah suatu perkataan yang diucapkan oleh seseorang, akan tetapi maksudnya berbeda dengan teks yang diucapkannya. Dalam ungkapan
Sedangkan secara terminologis kinayah adalah Suatu kalimat yang diungkapkan dengan maksud bukan makna yang sebenarnya, akan tetapi tetap diperbolehkan menggunakan makna asli karena tidak adanya qarinah (alasan) yang menghalangi penggunaan makna asli tersebut.[3]

B.  Penyebab Terjadinya Kinayah.
Dalam Al-Itqan fi Ulumil Qur'an[4] dijelaskan bahwasannya kinyah memilki beberapa sebab, yaitu :
1.    mengingatkan kekuasaan yang besar, seperti pada firman Allh SWT dalam surat Al-a’raaf ayat 189 :
هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا ۖ فَلَمَّا تَغَشَّاهَا حَمَلَتْ حَمْلًا خَفِيفًا فَمَرَّتْ بِهِ ۖ فَلَمَّا أَثْقَلَتْ دَعَوَا اللَّهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ آتَيْتَنَا صَالِحًا لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ
Artinya: Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar Dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah Dia merasa ringan (Beberapa waktu). kemudian tatkala Dia merasa berat, keduanya (suami-isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: "Sesungguhnya jika Engkau memberi Kami anak yang saleh, tentulah Kami terraasuk orang-orang yang bersyukur".
Kata  <§øÿ¯R ;oyÏnºur  pada ayat di atas merupakan kinayah kepada Adam As.
2.    Meninggalkan suatu kata kepada kata yang lain yang lebih indah, seperti firman Allah SWT dalam surat Shaad ayat 23 :
إِنَّ هَٰذَا أَخِي لَهُ تِسْعٌ وَتِسْعُونَ نَعْجَةً وَلِيَ نَعْجَةٌ وَاحِدَةٌ فَقَالَ أَكْفِلْنِيهَا وَعَزَّنِي فِي الْخِطَابِ

Artinya : Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja. Maka Dia berkata: "Serahkanlah kambingmu itu kepadaku dan Dia mengalahkan aku dalam perdebatan".
Allah membuat Kinayah dengan kata  “seekor kambing” untuk menunjukkan makna wanita, seperti kebiasaan bangsa Arab. Sebab tidak menyebutkan dengan tegas kata wanita adalah lebih baik daripada menyebutkannya. Karena itu, tidak ada wanita yang disebutkan namanya di dalam Al-Qur'an, kecuali Maryam.
As-Suhaili berkata, "Maryam disebutkan dengan namanya, berbeda dengan kebiasaan orang-orang, karena adanya suatu rahasia, yaitu bahwa raja-raja dan para pembesar itu enggan untuk menyebutkan istri-istri mereka yang merdeka di muka umum sehingga tidak menyebutkan nama-nama mereka, tetapi mereka membuat Kinayah dari istri itu dengan kata pengantin, keluarga, dan lain-lain.
Jika mereka menyebutkan budak-budak wanita mereka, maka mereka tidak menggunakan kinayah dan dengan kan nama-nama mereka. Maka ketika orang-orang Nasrani mengatakan tentang Maryam seperti apa yang mereka katakan, Allah menegaskan penyebutan namanya dan bukan merupakan sebagai penegasan terhadap penghambaan yang merupakan sifat Maryam karena Isa tidak memiliki bapak. Jika tidak demikian, maka Isa akan dinisbatkan kepada bapaknya".
3.    Jika penyebutan dengan tegas itu buruk untuk dikatakan, seperti kinayah yang dibuat untuk persetubuhan dengan kata saling menyentuh, pergaulan pada firman Allah SWT :
Selain itu Allah juga membuat kinayah untuk kata-kata yang lain seperti, jimak.  Kinayah dari berpelukan dengan kata  pakaian  pada firman Allah QS Al-Baqarah: 187
أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ ۗ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۖ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
Artinya : Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, Yaitu fajar. kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf.  dalam mesjid. Itulah larangan Allah, Maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.

4.    unutk maksud keindahan dan berlebih-lebihan, seperti firman Allah Ta'ala QS. Az-Zukhruf: 18:
أَوَمَنْ يُنَشَّأُ فِي الْحِلْيَةِ وَهُوَ فِي الْخِصَامِ غَيْرُ مُبِينٍ
Artinya : Dan Apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan dalam Keadaan berperhiasan sedang Dia tidak dapat memberi alasan yang terang dalam pertengkaran.
Allah membuat Kinayah dari wanita bahwa mereka itu dibesarkan dalam kemewahan dan perhiasan yang membuatnya sibuk dan tidak sempat untuk mengkaji bermacam-macam hal dan urusan-urusan yang detail. Jika dikatakan dengan kata النساء maka tidak menunjukkan makna yang demikian. Maksud yang dikehendaki adalah menafikan semua itu dari malaikat.

C.  Persamaan dan Perbedaan Kinayah dengan Majaz
Ilmu bayan merupakan salah satu aspek pembahasan dalam kajian ilmu balaghah. Di dalamn ilmu bayan sendiri terdapat tiga bagian yang mempunyai hubungan yang sistematis, yaitu kinayah, majaz, dan tasybih. Kinayah merupakan suatu pengungkapan yang pengertiannya bersifat polisemi, bisa bermakna denotatif (haqiqi) dan bisa juga bermakna konotatif (majâzi). Dalam kajian ilmu tafsir uslûb kinâyah merupakan salah satu tema yang sangat pelik dan sering menimbulkan kontroversi dalam penafsiran al Quran di kalangan para ulama. Perbedaan penafsiran tersebut muncul karena secara teoritik wacana kinâyah bisa ditafsirkan secara haqiqi (denotatif) maupun majâzi (konotatif).
Persamaan antara keduanya, yaitu sama -sama berkaitan dengan makna tsawani (majazi).Sedangkan perbedaan majaz dengan kinayah ialah:
1.    Majaz identik dengan peralihkan makna dasar ke makna lainnya, karena alasan tertentu, atau pelebaran medan makna dari makna dasarnya, sedangkan kinayah identik dengan penggunaan sebuah lafadz atau kata untuk menyatakan suatu hal lain dengan menitikberatkan pada makna seharusnya karena mempunyai pertalian yang sangat dekat.
2.    Perbedaan antara majâz dan kinâyah terletak pada hubungan antara makna haqiqi (denotatif) dengan makna majazi (konotatif). Pada ungkapan majaz teks harus dimaknai secara majazi dan tidak diperbolehkan dimaknai secara haqiqi ; sedangkan pada kinayah teks harus dimaknai dengan makna lazimnya, akan tetapi ada kebolehan untuk dimaknai secara haqiqi.
3.    Qarinah pada ungkapan majâz berbeda dengan qarinah yang ada pada kinayah. Perbedaan tersebut, yaitu:
    1. pada majaz qarinah bisa bersifat lafzhiyyah dan bisa juga bersifat maknawiyyah; sedangkan pada kinâyah qarinah nya harus tersirat.
    2. pada majaz qarinah mencegah pengambilan makna haqiqi ; sedangkan pada kinayah qarinah tidak mencegah untuk mengambil makna haqiqi .

SIMPULAN

Majaz dan kinayah sengaja diketengahkan oleh Allah SWT dalam kitab-Nya dengan maksud agar menjadi perhatian manusia sekaligus sebagai mukjizat untuk menandingi para ahli bahasa dan sastra Arab dengan segala kemampuan dalam membuat uslub, gaya bahasa arab khususnya. Dengan bahasa al-Quran yang mengandung mukjizat tersebut sehingga manusia tertarik dan terpengaruh olehnya, dan akhirnya mengikuti apa yang terkandung dalam al-Quran, juga agar memberikan jembatan bagi rasio manusia yang terbatas dengan masalah-masalah ukhrawi dan hal-hal metafisik
1.    Kinayah adalah Kinayah adalah Suatu kalimat yang diungkapkan dengan maksud bukan makna yang sebenarnya, akan tetapi tetap diperbolehkan menggunakan makna asli karena tidak adanya qarinah (alasan) yang menghalangi penggunaan makna asli tersebut.
2.    Kinayah memiliki beberapa alasan dan sebab yang menjadikannya pantas disebut sebagai ayat-ayat kinayah dalam Al-qur’an.Dan ini menunjukkan bahwasannya Alqur’an tidak hanya menggunakan bahasa yang sharih saja, namun juga menggunakan kinayah dalam penyampaiannya.Persamaan antara keduanya, yaitu sama -sama berkaitan dengan makna tsawâni (majâzi).
3.    Ibn al-Atsir mengungkapkan bahwa secara global kinayah dibagi menjadi dua: kinayah yang boleh digunakan dan kinayah yang tidak boleh digunakan.


DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur’an Al-karim. Dikeluarkan oleh Kemenag RI
Ash-Shiddieqy, Teungku Muhammad Hasbi. Ilmu-Ilmu Al-qur’an.Pustaka Rizki Putra. 2012.
As-Suyuti, Jalaluddin. Al-Itqan fi Ulumil Qur'an.
Ibnu Mandhur. Lisanul 'Arab.
Ahmad Al-Hasyimi. Jawahirul Balaghah.
Al-fawaid al-Musyawaq ila Ulum al-Qur’an wa Ilmi al-Bayan.
www.abdul haliem.com.Hakiki Majaz Sharih Kinayah. diakses pada 15September 2013.




[1] Romli . Ushul Fiqh, ( Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan. 2006)  hal. 206
[2]Lisanul 'Arab, Ibnu Mandhur. CD Room Maktabah Syamilah. Hal 133
[3] Ahmad Al-Hasyimi, Jawahirul Balaghah, hal. 346
[4] As-Suyuti. Al-Itqan fi Ulumil Qur'an. Terj. Tim Editor Indiva. Jilid 2 hlm. 32
Makalah Ushul Fiqh
Oleh: Maymanah (Tarbiyah PAI-Fiqh) UIN Raden Fatah Palembang
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
loading...