Saturday, 6 August 2016

Seni dan Budaya Kota Palembang (Sumatera Selatan)

SENI DAN BUDAYA PALEMBANG


Kota Palembang merupakan salah satu kota tertua di Indonesia, kota palembang juga merupakan ibu kota provinsi Sumatera Selatan. Kota ini banyak sekali memiliki ragam kesenian dan budaya, pariwisata, sejarah dan lain sebagainya.
Sejarah tua Palembang serta masuknya para pendatang dari wilayah lain, telah menjadikan kota ini sebagai kota multi-budaya. Sempat kehilangan fungsi sebagai pelabuhan besar, penduduk kota ini lalu mengadopsi budaya Melayu pesisir, kemudian Jawa. Sampai sekarang pun hal ini bisa dilihat dalam budayanya. Salah satunya adalah bahasa. Kata-kata seperti "lawang (pintu)", "gedang (pisang)", adalah salah satu contohnya. Gelar kebangsawanan pun bernuansa Jawa, seperti Raden Mas/Ayu. Makam-makam peninggalan masa Islam pun tidak berbeda bentuk dan coraknya dengan makam-makam Islam di Jawa.[1]

Kesenian yang terdapat di Palembang antara lain:
TARI TANGGAI
Tari tanggai dibawakan pada saat menyambut tamu-tamu resmi atau dalam acara pernikahan. Umumnya tari ini dibawakan oleh lima orang dengan memakai pakaian khas daerah seperti kaian songket, dodot, pending, kalung, sanggul malang, kembang urat atau rampai, tajuk cempako, kembang goyang dan tanggai yang berbentuk kuku terbuat dari lempengan tembaga Tari ini merupakan perpaduan antara gerak yang gemulai busana khas daerah para penari kelihatan anggun dengan busana khas daerah. Tarian menggambarkan masyarakat palembang yang ramah dan menghormati, menghargai serta menyayangi tamau yang berkunjung ke daerahnya.

TARI GENDING SRIWIJAYA 
Tari ini ditampilkan secara khusus untuk menyambut tamu-tamu agung seperti kepala Negara, Duta Besar dan Tamu-tamu agung lainnya. Tari Gending Sriwijaya Hampir sama dengan tari Tanggai, perbedaannya terletak pada penggunaan tari jumlah penari dan perlengkapan busana yang dipakai. Penari Gending Sriwijaya seluruhnya berjumlah 13 orang terdiri dari:
ü  Satu orang penari utama pembawa tepak (tepak, kapur, sirih).
ü  Dua orang penari pembawa peridon (perlengkapan tepak)
ü  Enam orang penari pendamping (tiga dikanan dan tiga kiri)
ü  Satu orang pembawa payung kebesaran (dibawa oleh pria)
ü  Satu orang penyanyi Gending Sriwijaya
ü  Dua orang pembawa tombak (pria).

TARI MADIK (NINDAI)
Masyarakat Palembang mempunyai kebiasaan apabila akan memilih calon, orang tua pria terlebih dahulu dating kerumah seorang wanita dengan maksud melihat dan menilai (madik dan nindai) gadis yang dimaksud. Hal yang dinilai atau ditindai itu, antara lain kepribadiannya serta kehidupan keluarganya sehari-hari. Dengan penindaian itu diharapkan bahwa apabila si gadis dijadikan menantu dia tidak akan mengecewakan dan kehidupan mereka akan berjalan langgeng sesuai dengan harapan pihak keluarga mempelai pria.

TARI MEJENG BESUKO
Tari ini melukiskan kesukariaan para remaja dalam suatu pertemuan mereka. Mereka bersenda gurau mengajuk hati lawan jenisnya. Bahkan tidak jarang diantara mereka ada yang jatuh hati dan menemukan jodohnya melalui pertemuan seperti ini.

TARI RODAT CEMPAKO
Tari ini merupakan tari rakyat bernafaskan islam. Gerak dasar tari ini diambil dari Negara asalnya Timur Tengah, seperti halnya dengan tari Dana Japin dan Tari Rodat Cempako sangat dinamis dan lincah.

TARI TENUN SONGKET
Tari ini menggambarkan kegiatan remaja putri khususnya dan para ibu rumah tangga di Palembang pada umumya memanfaatkan waktu luang dengan menenun songket.

REBANA
Merupakan musik tradisional yang menggunakan alat kulit kambing yang di ikatkan di kayu biasanya pemainya terdiri dari 10 s/d 12 orang, rebana ini juga di pakai untuk arakan pengantin dan lain-lain. Kemudian ada juga seperti sharofal anam ataupun hadroh kesenian islami.

JIDUR
Merupakan musik tradisional yang menggunakan alat seperti terompet, tombon dan drum yang mempunyai suara khas.

DUL MULUK
Dul muluk adalah salah satu kesenian tradisional yang ada di Sumatera Selatan biasanya seni Dul Muluk ini dipentaskan pada acara yang bersifat menghibur, seperti pada acara : pernikahan pergelaran tradisional dan panggung hiburan.

BANGSAWAN
Merupakan bentuk teater tradisional yang lahir sesudah kehadiran teater Dul Muluk dan mempunyai cirri-ciri sebagai berikut :
1. Sumber cerita bebas namun bersifat istana sentries.
2. Sifat cerita tragedy (sedih)
3. Pemeran cerita diperankan oleh jenis kelamin sesungguhnya
4. Setting cerita disesuaikan dengan kebutuhan cerita

WAYANG PALEMBANG
Wayang Palembang merupakan warisan dari kesenian Jawa yang ceritanya sama dengan wayang yang ada di Pulau Jawa, namun bahasa yang digunakan adalah bahasa Palembang Wayang Palembang aktif dimainkan di RRI stasiun Palembang.[2]



[1]  Source : Wikipedia Ensiklopedi Bebas, “Kota Palembang”,
https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Palembang
(Download: 5 Agustus 2016)
[2] Source: Mang Atong, “Seni dan Budaya Kito”
http://senidanbudayakito.blogspot.co.id/2009/05/kesenian-palembang.html
(Download: 5 Agustus 2016)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
loading...