Tuesday, 28 February 2017

Apa syarat pemberian zakat kepada orang yang berhutang untuk diri sendiri?


Image result for gharimin
#source: konsultasisyariah.com
Pertanyaan
Apa syarat pemberian zakat kepada orang yang berhutang untuk diri sendiri?
Jawaban
Golongan gharimin diberi zakat untuk membayar segala hutangnya dengan beberapa syarat. Pertama, ia harus mempunyai kebutuhan untuk memiliki harta yang dapat membayar hutangnya. Apabila ia kaya dan mampu untuk menutupi hutangnya dengan uang atau benda yang dimilikinya, ia tidak berhak menerima bagian dari zakat. Jika ia memiliki harta yang dapat membayar sebagian hutangnya, ia diberi zakat sekedar untuk membayar sisa hutangnya, tetapi ia akan mampu untuk membayarnya jika bekerja dan berusaha, ia berhak diberi zakat karena ia tidak mungkin dapat membayar kecuali dalam waktu yang lama, sedangkan terkadang datang kepadanya sesuatu halangan yang menyebabkannya tidak dapat membayar hutang.
Kedua, orang itu harus mempunyai hutang untuk ketaatan atau mengerjakan sesuatu urusan yang diperbolehkan (mubah). Akan tetapi, apabila ia mempunyai hutang untuk kemaksiatan, seperti untuk judi, beli minuman keras, dan lain-lain yang diharamkan, ia tidak boleh diberi bagian dari zakat.
Ketiga, hutangnya harus dibayar pada waktu itu. Apabila hutangnya diberi tenggang waktu, termasuk hutang dengan cara kredit, menurut Yusuf Al-Qardhawi, melihat kondisinya terlebih dahulu, baik jumlah harta zakat maupun para mustahiq lainnya dan ukuran kebutuhannya. Dengan demikian, jika hasil zakat besar dan jumlah mustahi  sedikit, gharim berhak diberi zakat. Namun, jika keadaannya sebaliknya, gharim tidak diberi dan didahulukan mustahiq lainnya. Apabila antara harta zakat dan mustahiq seimbang, melihat kondisi gharim. Jika masa tenggangnya habis tahun itu juga, ia berhak diberi zakat, tetapi jika tidak, tidak boleh diberi dari zakat tahun itu.
Keempat, keadaan hutangnya yang menimbulkan ia ditahan atau dipenjara. Hal ini terkait hutang piutang sesama manusia, bukan hutang kafarat dan hutang zakat karena ini termasuk hutang kepada Allah.

Semua syariat ini adalah pendapat ulama Malikiyah, sedangkan para fuqoha lainnya tidak memberikan syarat apa pun.

Source:
Al-FurqonHasbi, 125 Masalah Zakat, (Solo: TigaSerangkai, 2008)
Dan Berbagai Sumber ..
loading...