Tuesday, 14 February 2017

HARI KASIH SAYANG ALA RASULULLAH SAW.


Ust. Ahmad Heryawan & Ustz. Netty Prasetiyani Heryawan
#source: ig: @aheryawan
HARI KASIH SAYANG ALA RASULULLAH
Oleh: @aheryawan
“Hari ini adalah hari kasih sayang!”. Itulah deklarasi Rasulullah SAW pada saat momentum fathu Makah, hari penaklukan Mekah yang merupakan revolusi terdamai sepanjang sejarah. Itulah hari ketika Rasulullah SAW dengan sepenuh cinta memberikan pengampunan massal kepada masyarakat Mekah yang selama ini memusuhi dan memeranginya.
Mekah pun menjadi saksi berbondong-bondongnya manusia masuk agama Allah. Tasbih, tahmid dan istighfar pun terucap lirih dari lisan Rasulullah dan semua orang yang besertanya (QS 110:1-3).
Demikianlah Hari Kasih Sayang Ala Rasulullah menampakkan wujudnya yang menawan berupa ketundukan dan kepasrahan kepada-Nya. Hari kasih sayang sejatinya merupakan perwujudan misi Rasulullah yaitu rahmatan lil ‘alamin (menebar kasih sayang untuk semesta alam).
Hari Kasih Sayang Ala Rasulullah pun mewujud dalam bentuk ketegasan penolakan terhadap kemaksiatan dan penolakan terhadap pergaulan bebas yg membahayakan. Buktinya adalah kisah Fadhalah yang masuk Islam di hadapan Rasulullah pada hari kasih sayang / Futuh Makkah.
Saat Fadhalah di tengah perjalanan kembali ke rumahnya, dia melewati rumah seorang wanita yang dicintainya (pacarnya), wanita itu memanggil Fadhalah dan mengajaknya berkencan. Tapi dari lisan Fadhalah keluar untaian syair ini:
Dia berkata: Marilah kita ngobrol!
Tidak!, jawabku
Allah dan Islam telah melarangku
Aku baru saja melihat Muhammad
Di hari penaklukan
Hari dihancurkannya semua berhala
Agama Allah itu sangat jelas dan nyata
Sedang kemusyrikan adalah kegelapan.
Wujud Hari Kasih Sayang Ala Rasulullah itu ternyata bukan dengan pergaulan yg membahayakan dan kemaksiatan, tapi justru dengan ketaatan dan ketundukan kepada-Nya, kapan pun dan di manapun, sehingga setiap hari menjadi Hari Kasih Sayang Ala Rasulullah.

#source: fb: Ustdz: Ahmad Heryawan
loading...
loading...