Wednesday, 22 February 2017

Siapa saja yang termasuk golongan muallaf?

Related image
#source: sejarahmungkinberulang08.com
Pertanyaan
Siapa saja yang termasuk golongan muallaf?
Jawaban
Para ulama fiqh membagi mereka kedalam dua golongan, yaitu yang muslim dan yang bukan muslim.
a.    Golongan pertama adalah kaum muslimin, dan terbagi kedalam empat golongan.
1.     Golongan yang terdiri dari atas para pemuka dan pemimpin muslimin serta ada tandingannya dari orang-orang kafir. Dengan diberikannya zakat, diharapkan tandingan mereka akan masuk Islam pula. Contohnya, sebagaimana yang dilakukan Abu Bakar r.a. ketika member Adi bin Hatim dan Zabarqan bin Badar disebabkan kedudukan mereka dalam pandangan kaumnya, padahal keislaman mereka tidak dirugikan lagi.
2.    Para pemuka muslimin yang beriman lemah, tetapi ditaati anak buah mereka. Dengan diberi zakat, diharapkan bertambahnya ketetapan hati dan kekuatan iman mereka serta pengaruh dan nasihat mereka terhadap rakyat agar rela berjihad atau berjuang. Misalnya, orang-orang yang diberi hadiah berlimpah dari hasil rampasan Hawazin oleh Nabi Saw. Mereka adalah sebagian penduduk Mekkah yang masuk Islam dan dibebaskan Nabi Saw. diantara mereka terdapat orang-orang munafik dan orang-orang yang beriman lemah. Namun, kemudian banyak yang teguh imannya dan sempurna keislamannya.
3.  Kelompok kaum muslimin yang berada dibenteng-benteng dan perbatasan dengan Negara musuh. Mereka mendapat bagian karena perjuangan mereka mempertahankan kaum muslimin yang berada digaris belakang jika diserbu musuh. Pada masa sekarang, ada yang lebih patut dilunakkan hatinya, yaitu kelompok kaum muslimin yang dipikat oleh orang-orang kafir agar bernaung dibawah lindungan atau memasuki agama mereka. Banyak Negara imperialis yang ingin menjajah seluruh umat Islam dan menyelewengkan mereka dari agama mereka. Menyisihkan dana dari keuangan Negara untuk keperluan mereka (pemelukagama Islam yang dipikat hatinya itu) bukankah lebih patut dilakukan oleh kaum muslimin daripada Negara-negara imperialis?
4.  Segolongan kaum muslimin yang diperlukan untuk memungut pajak dan zakat. Mereka memungutnya dari orang-orang yang tidak mau menyerahkan pajak dan zakat, kecuali dengan pengaruh dan wibawa mereka. Untuk menghindari peperangan dan kekerasan, dipakailah kaum muslimin tadi sehingga dengan usaha mereka bisa membantu pemerintah. Dengan demikian, artinya telah dipilih yang lebih ringan  dari dua buah bencana dan diambil yang lebih utama dari dua maslahat.
b.   Golongan kedua adalah orang-orang kafir, dan mereka terbagii kedalam dua golongan berikut.
1.     Orang-orang kafir yang dipikat agar beriman, seperti Shafwan bin Umayyah yang telah diberi keamanan oleh Nabi Saw. sewaktu penaklukan Mekkah dan diberi waktu empat bulan agar dapat berfikir dan menentukan pilihannya sendiri. Pada saat itu ia sedang bepergian, lalu pulang dan menyaksikan Perang Hunain bersama kaum muslimin, sebelum menyatakan keislamannya. Ketika hendak pergi ke Hunain, Nabi Saw. meminjam senjata darinya setelah memberinya unta yang banyak. Kemudian ia berkata, “Ini adalah pemberian dari orang yang tak takut miskin.” Kemudian ia melanjutkan ucapannya, “Demi Allah, saya telah diberi Rasulullah Saw., padahal saat itu ia adalah orang yang paling saya benci, lalu ia selalu menyampaikan pemberiannya hingga akhirnya ia menjadi orang yang paling saya cinta.”
2.     Orang yang dikhawatirkan akan berbuat bencana sehingga dengan memberiinya zakat, hal itu dapat dihindarkan.
Ibnu Abbas berkata, “Ada suatu kaum yang datang menemui Nabi Saw. jika mereka diberi, mereka memuji agama Islam dengan berkata, ‘Ini agama yang baik’. Dan, jika mereka tidak diberi, mereka mencela dan mencaci. Diantara mereka ialah Abu Sufyan bin Harb, Aqra bin Hubais dan Uyainah bin Hishn, Masing-masing dari mereka telah diberi Nabi Saw. 100 ekor unta”


Source:
Al-FurqonHasbi, 125 Masalah Zakat, (Solo: TigaSerangkai, 2008)
Dan Berbagai Sumber …           
loading...