Saturday, 25 February 2017

Siapakah sebenarnya gharimin (orang yang berhutang) itu?

Image result for gharimin
#source: konsultasisyariah.com

Pertanyaan
Siapakah sebenarnya gharimin (orang yang berhutang) itu?
Jawaban
gharimin ialah orang-orang yang berhutang dan sulit untuk membayarnya. Mereka bermacam-macam, diantaranya orang yang berhutang kepada orang lain hingga harus membayarnya dengan menghabiskan hartanya. Atau, orang yang terpaksa berhutang karena membutuhkannya untuk keperluan hidup atau membebaskan dirinya dari kemaksiatan. Orang-orang seperti itu boleh menerima zakat yang cukup untuk melunasi hutang, Berikut beberapa hadits yang terkait dengan masalah hutang.
a.       Hadits Anas r.a. yang menyatakan bahwa Rasulullah Saw. bersabda:
أِنَّ الْمَسْأَلَةَ لَا تَصْلُحُ أِلَّا لِثَلَاثَةٍ لِذِي فَقْرٍ مُدْقِعٍ أَوْ لِذِي غُرْمٍ أَوْ لِذِي دَمٍ مُوْ جِعٍ.
“Sesungguhnya meminta itu tidak boleh, kecuali dalam tiga hal. Pertama, orang fakir yang sangat papa. Kedua, orang yang punya hutang dan berat membayarnya. Ketiga, orang yang akan membayar tebusan darah.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah).

b.      Hadits Abu Sa’id Al-Khudri r.a., yang menyatakan bahwa ada seorang laki-laki dizaman Rasulullah Saw. mendapat musibah disebabkan buah-buahan yang dibelinya hingga hutangnya disebabkan buah-buahan yang dibelinya hingga hutangnya menjadi banyak, kemudian Nabi Saw. bersabda:
تَصَدَّقُوْا عَلَيْهِ فَتَصَدَّقَ النَّاسُ عَلَيْهِ.
“Keluarkanlah zakat untuknya!” Lalu, orang-orang pun berzakat kepadanya.” (HR. Muslim).

c.  Hadits Qabishah bin Mukhariq Al-Hilali, yang mencertitakan bahwa ia dibebani hutang mendapamaikan perselisihan. Lalu, ia datang kepada Rasulullah Saw. untuk meminta pendapatnya. Kemudian beliau bersabda,
“Sabarlah hingga kami mendapatkan zakat, nanti kami beri anda bagian.” Kemudian beliau menjelaskan, “Hai Qabishah, meminta itu tidak boleh, kecuali bagi salah seorang dianatar tiga; seorang yang menanggung hutang untuk mendamaikan perselisihan maka bolelah ia meminta hingga hutangnya terbayar, lalu ia tidak meminta lagi. Dan, seseorang yang ditimpa malapetaka yang menyapu harta bendanya maka ia boleh meminta hingga ia mendapatkan apa yang dapat menopang kehidupannya, atau sabdanya; apa yang akan dapat menutupi kebutuhannya. Lalu, seseorang yang ditimpa kemiskinan, hingga tiga orang tokoh masyarakat mengatakan, ‘Si Fulan ditimpa kemiskinan.’ Maka ia boleh meminta hingga ia mendapatkan apa yang dapat menopang kehidupannya, atau sabdanya; apa yang akan dapat menutupi kebutuhannya. Maka permintaan selain itu, wahai Qabishah, adalah haram dimakan oleh orang yang melakukannya secara tidak halal.” (HR. Muslim).


Source:
Al-FurqonHasbi, 125 Masalah Zakat, (Solo: TigaSerangkai, 2008)
Dan Berbagai Sumber ..
loading...
loading...