Friday, 17 March 2017

Pengertian Pemimpin dan Syarat-Syarat Jadi Pemimpin dalam Islam

Image result for kepemimpinan isl;am
Pemimpin dan Syarat-Syaratnya
Kepemimpinan itu adalah suatu aktifitas untuk mempengaruhi orang lain agar mau bekerja sama menuju satu tujuan tertentu sebagaimana diinginkan bersama.
Dalam Islam istilah pemimpin disebut dengan beberapa istilah seperti: Imam, wali, ulil amri, amirul mukminin, amir, khalifah, dan ro’is (mungkin masih ada yang lain). Dalam salah satu hadits, Rasulullah bersabda,
“Setiap kamu adalah pemimpin (ro’is) dan masing-masingnya akan ditanyakan tentang tanggungjawabnya tentang apa yang dipimpinya. Laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya dan dia akan ditanyakan tentang apa yang dia pimpin. Dan pembantu (pelayan) juga pemimpin dalam mengawasi harta majikannya dan dia akan ditanya tentang apa yang dia pimpin.” (HR. Bukhori).

Dari hadits ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian pemimpin itu sebagai berikut:
Setiap orang yang mengurus urusan umat Islam dan tugas itu dijalankannya dengan penuh tanggungjawab. Jadi siapapun juga orangnya asal dia beragama Islam dan bertugas mengurus urusan umat Islam, formal atau informal menjabat atau tidak, kalau tugas itu dilakukan dengan penuh tanggungjawab kepada Allah maka dia dapat digolongkan sebagai seorang pemimpin. Untuk jelasnya berikut ini akan disebutkan syarat-syarat seorang dapat disebut pemimpin dalam Islam,
Allah berfirman,
إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُمۡ رَٰكِعُونَ ٥٥
“Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).” (QS. Al-Maidah: 55).[1]

أَلَآ إِنَّ أَوۡلِيَآءَ ٱللَّهِ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ(62) .
“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Yunus: 62)

وَقَالَ لَهُمۡ نَبِيُّهُمۡ إِنَّ ٱللَّهَ قَدۡ بَعَثَ لَكُمۡ طَالُوتَ مَلِكٗاۚ قَالُوٓاْ أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ ٱلۡمُلۡكُ عَلَيۡنَا وَنَحۡنُ أَحَقُّ بِٱلۡمُلۡكِ مِنۡهُ وَلَمۡ يُؤۡتَ سَعَةٗ مِّنَ ٱلۡمَالِۚ قَالَ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصۡطَفَىٰهُ عَلَيۡكُمۡ وَزَادَهُۥ بَسۡطَةٗ فِي ٱلۡعِلۡمِ وَٱلۡجِسۡمِۖ وَٱللَّهُ يُؤۡتِي مُلۡكَهُۥ مَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٞ(247) .
“Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu". Mereka menjawab: "Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?" Nabi (mereka) berkata: "Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa". Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 247).[2]

۞إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُكُمۡ أَن تُؤَدُّواْ ٱلۡأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهۡلِهَا وَإِذَا حَكَمۡتُم بَيۡنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحۡكُمُواْ بِٱلۡعَدۡلِۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِۦٓۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعَۢا بَصِيرٗا(58) .
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An-Nisa’: 58).[3]

Dari keempat ayat diatas jelaslah bagi kita syarat seorang dapat diangkat menjadi pemimpin, sebagai berikut:
1.      Beriman dalam pengertian beragama Islam. Karena bagaimanapun juga Islam adalah agama yang merupakan rahmat bagi alam semesta, bukan cuma rahmat bagi orang Islam.
2.      Menegakkan shalat dalam pengertian shalat seperti berjamaah ke masjid, dikerjakan diawal waktu, bersih hati dan fisik serta mengikuti rukun-rukunnya, termasuk kekhusyukannya.
3.      Menunaikan zakat (fitrah atau maal) merupakan lambang mengasihi sesama.
4.      Tawadhu sehingga mampu dan mau mendengarkan kritik dan saran.
5.      Tidak takut terhadap siapapun dan dari apapun, apakah takut kepada setan, takut kepada penjara, takut miskin, sehingga korupsi dan sebagainya.
6.      Tidak “cengeng” alias tahan ujian, baik berupa kesenangan maupun kesengsaraan hidup.
7.      Berilmu dan luas, memiliki wawasan dengan demikian keputusan dan tindakan yang diambilnya bersikap adi, luwes dan bijaksana.
8.      Fisiknya kuat sehingga memungkinkannya dapat menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya sehingga dapat menjadi suri tauladan bagi umatnya dan bawahannya.
9.      Ahli dan memang berbakat untuk jabatan itu, sehingga masalah yang dihadapinya bukan dianggap sebagai beban malah dianggapnya suatu tugas yang mengasyikkan dan menantang.
10.  Amanah, dalam pengertian mau menjalankan tugas yang diembankan kepadanya sekuat kemampuannya.
11.  Adil dalam menetapkan hukum diantara manusia. Sekalipun merugikan diri sendiri dia tidak khawatir, kalau memang harus demikian keputusannya.
Dari beberapa persyaratan diatas memang seharusnya ada. Bagaimana bila tidak ada yang memenuhi persyaratan tadi? Maka prinsip dalam pengambilan keputusan memilih yang maksimal dari yang minimal dapat dilakukan, yakni memilih yang terbaik diantara yang ada tetapi, tetap memperhatikan beberapa persyaratan diatas. Karena Al-Qur’an juga mengajarkan kepada kita dengan menyebut minkum, yang berarti diantara kamu sekalian. Misal, bila semua orang buta maka salah seorang yang dapat melihat sedikit saja dapat dipilih sebagai pimpinan diantara mereka. Karena dalam kondisi sejelek apapun juga menurut Islam, salah seorang harus dimunculkan sebagai pemimpin yang akan mengatur kelompok itu. Dan anggota kelompok itu harus taat kepada pemimpin yang terpilih bagaimanapun keadaannya, kecuali apabila diminta berbuat maksiat.
Apabila pemimpin menyuruh kepada perbuatan maksiat, maka anggota kelompok tidak wajib mentaati perintahnya.[4]

Baca Juga Selanjutnya:


[1] Qur’an, 5: 55
[2] Qur’an, 2: 247
[3] Qur’an, 4: 58
[4] Yan Orgianus, Islam dan Pengetahuan Sains, 2008, (Bogor: Bee Media Pustaka)
Source: Images,  ladispo.co
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
loading...