Wednesday, 12 July 2017

Kontrak Innominaat (perjanjian tidak bernama)


Image result for kontrak
eksplorasi.id
KONTRAK INNOMINAAT
kontrak Inominaat disebut juga perjanjian tidak bernama, yaitu perjanjian yang timbul, tumbuh, hidup dan berkembang dalam masyarakat. Perjanjian tidak bernama juga tunduk pada buku KUH Perdata. Jenis-jenis kontrak Inominaat antara lain:
1.      Kontrak Production Sharing (Bagi Hasil)
Kerja sama (dunia minyak dan gas) untuk melaksanakan usaha eksplorasi dan eksploitasi yang lebih menguntungkan Negara dan hasilnya digunakan untuk kemakmuran rakyat berdasarkan prinsip pembagian hasil produksi. (Mintak: 65% untuk Pertamina, 35% untuk kontraktor; Gas: 70% untuk Pertamina dan 30% untuk kontraktor.)
2.      Kontrak Karya
Adalah suatu kontrak yang dibuat antara pemerintah Indonesia dan perusahaan asing semata-mata atau merupakan patungan antara badan hukum asing dengan badan hukum domestik dalam bidang pertambangan di luar minyak dan gas bumi sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan oleh kedua belah pihak dan  dinilai dari besar kecilnya investasi. Besar kecilnya investasi menentukan cara/prosedur perizinan pendirian. Apakah perlu ke BKPM.
3.      Kontrak Joint Venture (Perjanjian Kemitraan)
Adalah kerja sama antara pemodal asing dan nasional untuk membentuk perusahaan baru antar kedua pengesahan tersebut yang semata-mata didasarkan para kontraktual (perjanjian). Komposisi saham pada saat pendirian yaitu 80% PMA dan 20% domestic komposisi saham pada saat produksi secara komersial hingga waktu 20 tahun, yaitu 49% PMA dan 51% domestik.
4.      Kontrak Kontruksi
Adalah keseluruhan dokumen yang mengatur hubungan hukum antara pengguna jasa dan penyedia jasa dalam menyelenggarakan pekerjaan konstruksi, konsekuensinya timbul hak dan kewajiban diantara para pihak. Tahapan dalam kontrak ini yaitu: tahap perencanaan, tahap konstruksi, dan tahap pengawasan.
5.      Kontrak Sewa Beli
Adalah jual beli barang dimana penjual melaksanakan penjualan barang dengan cara memperhitungkan setiap pembayaran yang dilakukan oleh pembeli dengan pelunasan atas harga yang telah disepakati bersama. Dan diikat dalam suatu perjanjian serta hak milik atas barang tersebut beralih dari penjual kepada pembeli setelah harganya dibayar lunas oleh pembeli kepada si penjual. Selama belum terjadi pelunasan si penerima tidak menjadi pemilik, tetapi pemakai belaka.
6.      Kontrak Leasing
Adalah setiap kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang-barang modal yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk jangka waktu tertentu, berdasarkan pembayaran secara berkala, disertai hak opsi (pilih) bagi perusahaan tersebut untuk membeli barang-barang modal yang bersangkutan atau memperpanjang jangka waktu leasing berdasarkan nilai-nilai sisa yang disepakati.
7.      Kontrak Franchise

Adalah perikatan di mana salah satu pihak diberikan hak untuk memanfaatkan dan/atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau cirri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan persyaratan dan penjualan barang dan/atau jasa.
......................................................................
KONTRAK NOMINAAT
Istilah kontrak nominaat merupakan terjemahan dari nominaat contact yang artinya perjanjian bernama atau benoemde. Kontrak nominaat merupakan perjanjian yang dikenal dalam Pasal 1319 KUH Perdata.
Kontrak nominaat diatur dalam Buku III KUH Perdata dari Bab 5 hingga Bab 18. Di dalam KUH Perdata ada 15 (lima belas) jenis kontrak nominaat, yaitu:
1.      Jual beli (Pasal 1457-Pasal 1458 KUH Perdata).
2.      Tukar menukar (Pasal 1541-Pasal 1546 KUH Perdata).
3.      Sewa menyewa (Pasal 1548-Pasal 1600 KUH Perdata).
4.      Perjanjian melakukan pekerjaan (Pasal 1601-Pasal 1617 KUH Perdata).
5.      Persekutuan (Pasal 1618-Pasal 1652).
6.      Badan hukum/ recht persoon (Pasal 1653-Pasal 1665 KUH Perdata).
7.      Hibah (Pasal 1666-Pasal 1693 KUH Perdata).
8.      Penitipan barang (Pasal 1694-Pasal 1665 KUH Perdata).
9.      Pinjam pakai (Pasal 1740-1754 KUH Perdata).
10.  Perjanjian pinjam-meminjam (Pasal 1754-1762 KUH Perdata).
11.  Bunga tetap (Pasal 1770-Pasal 1773 KUH Perdata).
12.  Perjanjian hitung-hitungan (Pasal 1774-Pasal 1791 KUH Perdata).
13.  Pemberian Kuasa (Pasal 1892-1818 KUH Perdata).
14.  Perjanjian Penganggungan utang (Pasal 1820-1850 KUH Perdata).
loading...