Wednesday, 19 July 2017

Kontrak Leasing = Sewa Guna

Image result for leasing'
Autobytel.com
KONTRAK LEASING = SEWA GUNA
Leasing atau sewa guna usaha adalah setiap kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang – barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan untuk jangka waktu tertentu. Dengan melakukan leasing perusahaan dapat memperoleh barang modal dengan jalan sewa beli untuk dapat lansung digunakan berproduksi, yang dapat diangsur setiap bulan, triwulan atau enam bulan sekali kepada pihak lessor.
Secara umum leasing artinya Equipment funding, yaitu pembiayaan peralatan barang modal untuk digunakan pada proses produksi suatu perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Para Pihak:
1.      Lessor (pihak yang memiliki benda tak bergerak atau benda bergerak).
2.      Lesse (pihak yang menyewa).

Unsur-unsur Leasing atau Sewa Guna:
1.      Adanya subyek, yaitu Lessor dan Lesse yang telah memenuhi syarat sebagai subjek Leasing dari Menyeri Keuangan RI No. Kep. 646/MK/IV/5/1974.
2.      Adanya obyek.
3.      Adanya jangka waktu.
4.      Adanya sejumlah angsuran yang merupakan harga sewa.
5.      Adanya hak opsi (hak Lesse untuk membeli atau memperpanjang objek Leasing).
6.      Adanya residua tau nilai sisa.
7.      Masa Leasing 2 tahun, 3 tahun dan 7 tahun.
8.      Dasar hukum Kep. Menteri Keuangan RI No. 1169/KMK.01/1991 tentang Kegiatan Sewa Guna.
9.      Hak milik belum berpindah.

Substansi yang tercantum pada Lease Agrreement:
1.      Jenis transaksinya yakni sewa guna.
2.      Nama dan alamat masing-masing pihak.
3.      Nama, jenis, tipe, dan lokasi penggunaan barang modal.
4.     Harga perolehan, nilai pembiayaan pembayaran sewa guna usaha, angsuran pokok pembiayaan, imbalan jasa sewa guna usaha, residu, simpanan, jaminan, dan ketentuan angsuran atas barang yang disewa guna diusahakan.
5.      Masa sewa guna usaha.
6.  Ketentuan mengenai pengakhiran transaksi sewa guna usaha yang dipercepat dan penetapan kerugian yang harus ditanggung Lesse dalam hal barang modal yang disewakan guna usaha, dengan hak opsi hilang, rusak, atau tidak berfungsi karena sebab apa pun.
7.      Opsi bagi penyewa guna usaha dalam hal transaksi sewa guna tersebut dengan hak opsi.
8.      Tanggung jawab para pihak atas barang modal yang disewa guna, usaha.
9.      Jaminan Leasing.
10.  Saat penyerahan barang.
11.  Penggunaan barang.
12.  Gugatan dari pihak lain.
13.  Larangan pemindahan hak atas barang.
14.  Perubahan bahan Leasing.
15.  Pemeliharaan dan pemeliharaan barang.
16.  Kehilangan atau kerusakan sehubungan dengan nomor 8.
17.  Larangan penyerahan atau pemindahan hak dan kewajiban Lesse.
18.  Pemindahan hak Lessor.
19.  Ingkar janji.
20.  Asuransi.
21.  Bunga tunggakan.
22.  Hak-hak Lessor.
23.  Perjanjian Leasing mengatasi semua kesepakatan yang pernah dibuat.
24.  Pemeriksaan barang.
25.  Biaya lain-lain.
26.  Pemberitahuan.
27.  Ketentuan lain dan tambahan.
28.  Perjanjian Leasing mengikat pengganti para pihak.
29.  Domisili dan pilihan hukum.

Related Post:
> Pengertian Kontrak
> Jenis-Jenis Kontrak
> Syarat Sahnya Kontrak
> Asas Hukum Kontrak
> Bentuk-Bentuk Kontrak
> Kontrak Nominaat
> Kontrak Innominaat 
> Susunan dan Anatomi Kontrak
> Pola Penyelesaian Sengketa Kontrak
> Berakhirnya Kontrak
> Kontrak Leasing = Sewa Guna


Referensi
Rochmiayatun Siti, 2015. Kumpulan Hukum Acara Indonesia: Teknik Perancangan Kontrak. Jakarta: Prenadamedia Group.
Soebekti, 1985. Pokok-pokok Hukum Perdata. Bandung: Alumni.
Soebekti. 1996. Hukum Perjanjian. Jakarta: Intermasa.
Kontrak Innominat.
Rachmadi Usman. 2001. Dimensi Hukum Surat Berharga. Jakarta: Djembatan.
loading...